Warga Tangerang Wajib Waspada! Ada Komplotan Bandit Modus Jadi DC dan COD
Sebanyak 15 komplotan bandit di wilayah Tangerang berhasil diamankan oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota.
TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 15 komplotan bandit di wilayah Tangerang berhasil diamankan oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota.
Komplotan bandit pelaku pencurian dengan pemberatan diamankan polisi sepanjang Juli 2023.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, setiap menjalankan aksinya, komplotan bandit ini menggunakan modus beragam.
Baca juga: Cerita Warga Tangerang Tertolong Program JKN saat Anak Alami Gerd, Bersyukur dan Merasa Terbantu
Modus yang digunakan mulai, ancaman senjata api, cash on delivery hingga menjadi debt collector
"Jadi, total ada 15 pelaku kejahatan dengan kekerasan (curat) selama bulan Juli 2023," kata Rio dikutip dari Kompas.com, Jumat (11/8/2023).
Rio mengatakan, kelompok bandit yang mereka tangkap adalah AB, S, MF dan J. Mereka adalah pelaku begal sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah hulum Polres Metro Tangerang Kota.
Baca juga: Daftar Lokasi Penjualan Obat Berbahaya di Tangerang Banten, Polisi Tangkap Delapan Pelaku
Dalam beraksi, kata Rio, pelaku itu menggunakan senjata api (senpi) yang ditodongkan kepada korbannya.
"Komplotan ini berkeliling mencari korban secara acak. Ketika korban melawan, mereka tidak segan melukai korban menggunakan senjata tajam dan mengancam menggunakan senpi rakitan," tutur Rio.
Kelompok bandit yang juga ditangkap oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota adalah MSP, MRR, MR, RR, U, AW, M, UJ.
Kejahatan 8 orang tersebut yakni mencari korban melalui media sosial. Modusnya adalah dengan menjual suatu barang dan bertemu di suatu tempat atau biasa dikenal dengan COD.
"Pelaku meminta korban untuk bertemu, saat bertemu itu korban dimasukkan ke dalam mobil, lalu pelaku mengambil paksa barang-barang berharga milik korban," ucap Rio.
Sementara tiga pelaku terakhir adalah AY, OT, dan YN.
Kelompok bandit berjumlah tiga orang ini memiliki modus dengan mengaku sebagai leasing atau debt collector.
"Satu di antara mereka bahkan mengaku sebagai anggota polisi. Hal ini dilihat dari barang bukti tanda pengenal polisi palsu," jelas dia.
Dari tangan semua tersangka, lanjut Rio, pihaknya mengamankan berbagai macam barang bukti antara lain 1 senpi rakitan jenis revolver, 1 senpi mainan korek api, 7 handphone, 1 unit mobil Daihatsu Sigra, 7 unit motor, STNK palsu, lakban hitam, tanda pengenal polisi palsu dan 1 lembar surat keterangan leasing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan.jpg)