Terdampak El Nino, Distribusi Air dari Perumda Tirta Al Bantani ke Desa Domas Serang Terhambat
Distribusi air dari Perumda Tirta Al Bantani Kabupaten Serang untuk pelanggan di Desa Domas, Kecamatan Pontang, terganggu.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Distribusi air dari Perumda Tirta Al Bantani Kabupaten Serang untuk pelanggan di Desa Domas, Kecamatan Pontang, terganggu.
Hal itu karena debit air baku milik Perumda Tirta Al Bantani dari Sungai Ciwaka dan Pamarayan menurun, karena terdampak El Nino atau kemarau panjang.
Kondisi itu sudah dirasakan selama empat bulan. Masyarakat di Desa Domas kesulitan mendapat air bersih untuk mandi dan mencuci pakaian.
Baca juga: Hampir 1.000 Hektar Sawah di Banten Terancam Gagal Panen karena El Nino, Ini Kata Dinas Pertanian
Plt Direktur Utama Perumda Tirta Al Bantani Kabupaten Serang, Eli Mulyadi mengakui hal tersebut.
Kata Eli, air dari sungai Ciwaka dan Pamarayan sudah tidak masuk ke saluran irigasi tempat pengolahan air.
"Kalau kemarau panjang sudah pasti terjadi suplai air kita itu terbatas," kata Ei kepada wartawan, Minggu (13/8/2023).
Menurut Eli, kondisi itu diperparah oleh kebocoran pada bendungan karet Sungai Ciwaka.
Eli pun sudah menyampaikan permasalahan tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) agar melakukan perbaikan.
"Jadi ada dua persoalan pertama karena faktor alam, lalu ada kebocoran di bendungan karet itu sehingga debit air menurun," jelasnya.
Eli menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih pihaknya akan melakukan suplai menggunakan mobil tangki.
Soalnya lanjut dia, dalam prediksi BMKG kemarau panjang bakal terjadi hingga November 2023.
"Pelanggan kita kurang lebih 1.200, jangka pendeknya kita bantu armada tangki kita turun untuk air curah walaupun tidak merata yah tapi minimal ada bantuan dulu lah sepanjang musim kemarau ini terjadi," ujarnya.
Eli menyebut, pemenuhan air bersih untuk masyarakat bukan hanya tanggungjawab Perumda Tirta Al Bantani saja.
Baca juga: 4 Kabupaten/Kota di Banten Paling Parah Terdampak El Nino, 949 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Tetapi kata dia, hal itu merupakan kewajiban pemerintah mulai dari pemda, pemprov, hingga pemerintah pusat.
Oleh karena itu dia berharap, pemerintah Kabupaten Serang dapat membuat Perda Percepatan Pembangunan Infrastruktur Air di wilayah Kabupaten Serang khususnya di wilayah Serang utara.
"Pembangunan itu direncanakan bakal dimulai tahun 2024, jadi hari ini kita diskusi dengan bagian hukum, bagian ekonomi, dan teman-teman DPRD supaya masuk dalam program legislasi daerah 2024," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-Ilustrasi-kekeringan.jpg)