Dinas Pendidikan Usulkan Dua Nama Pejuang Geger Cilegon Jadi Pahlawan Nasional

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengusulkan dua nama pejuang geger Cilegon sebagai pahlawan nasional.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Monumen Taman Geger Cilegon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengusulkan dua nama pejuang geger Cilegon sebagai pahlawan nasional. Mereka yaitu KH. Wasid dan KH. Arsad Towil. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengusulkan dua nama pejuang geger Cilegon sebagai pahlawan nasional.

Mereka yaitu KH. Wasid dan KH. Arsad Towil.

"Sedang diusulkan ke Kementerian Sosial," kata Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila saat ditemui di lapangan Pemkot Cilegon, Rabu (16/8/2023).

Baca juga: Daftar Pahlawan Nasional asal Banten, Mantan Presiden RI hingga Namanya Diabadikan Jadi Nama Kampus

Sebelum mengusulkan kedua nama pahlawan itu, pihak Dindikbud Kota Cilegon melakukan kajian bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Kajian tersebut dilakukan untuk menentukan dua nama tersebut apakah layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.

"Itu sudah selesai kajiannya, sudah beres, berkas-berkasnya sudah dan dokumennya sudah," kata dia.

Meskipun saat ini, kata dia, usulan nama untuk dijadikan sebagai pahlawan nasional cukup banyak dari sejumlah daerah.

Heni berharap kedua nama tersebut bisa diterima dan dijadikan sebagai pahlawan nasional tahun ini.

"Mudah-mudahan bisa diterima, karena kan antrenya lama. Kalau ngga bisa tahun ini, kita ajukan tahun depan," ungkapnya.

Heni menyebut bahwa aasan kedua nama tersebut diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Lantaran keduanya merupakan para pejuang geger Cilegon yang secara referensi memiliki jejak sejarah.

Geger Cilegon sendiri merupakan sebuah peristiwa pemberontakan tani terbesar tahun 1888 setelah pembubaran Kesultanan Banten.

Meskipun demikian, Heni menyerahkan penilaian tersebut kepada pihak kementrian.

"Tapi itu tergantung penilaian dari tim kementrian sosial, harapan ibu sih dua-duanya masuk ditetapkan, dan insyaAllah nanti setelah itu akan ada banyak lagi mudah-mudahan kita bisa usulkan lagi," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved