PLN Luncurkan Climate Click, Masyarakat Bisa Monitor Langkah Dekarbonisasi secara Berkala

perlu disusun skema perdagangan karbon luar negeri yang dapat mengakomodasi pasar wajib dan pasar sukarela

|
dokumentasi PLN
Peresmian platform PLN Climate Click yang dilaksanakan secara simbolis. (Dari kiri ke kanan: Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, dan Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hari Wibowo. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kini, masyarakat bisa memonitor secara berkala perkembangan dan langkah dekarbonisasi yang dilakukan PLN melalui aplikasi PLN Climate Click.

Aplikasi diluncurkan PLN sebagai instrumen pendukung perdagangan karbon antar-pembangkit listrik di Indonesia.

Peluncuran aplikasi dilakukan bersamaan dengan talkshow Nilai Ekonomi Karbon.

Baca juga: Peduli Lingkungan, PLN Bersama KLHK dan Pemkot Tangerang Gelar Aksi Tanam Pohon Bersama

Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti; Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu; serta Direktur Investarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi KLHK, Hari Wibowo.

Selain itu, juga hadir narasumber Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Edo Mahendra, Koordinator Perlindungan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Bayu Nugroho, serta EVP Transisi Energi dan Keberlanjutan PLN Kamia Handayani.

Platform PLN Climate Clik sudah efektif sejak 8 September 2023.

Nani Hendiarti mengatakan penyelenggaraan NEK dilakukan untuk mendukung pencapaian target NDC.

Perdagangan karbon tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri.

Untuk itu, perlu disusun skema perdagangan karbon luar negeri yang dapat mengakomodasi pasar wajib dan pasar sukarela dalam upaya mendorong mobilisasi pendanaan internasional untuk mitigasi iklim.

"Selanjutnya PLN diharapkan bisa menjadi penyuplai utama offset karbon dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT)," ujar Nani.

Febrio Kacaribu mengatakan PLN meluncurkan aplikasi PLN Climate Click ini juga sebagai upaya kolektif dan kolaboratif dalam upaya penanganan perubahan iklim.

Baca juga: PIK 2 Tangerang Kini Dilengkapi Pengisian Kendaraan Listrik Cepat PLN, Isi Daya Hanya 30 Menit

Hal ini juga mendapat respons positif, di mana PLN nantinya dapat berperan sebagai supply management office untuk perdagangan karbon di sektor energi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perdagangan karbon sudah menjadi tren di kancah global.

Indonesia juga menginisiasi hal ini sebagai satu di antara upaya untuk mengurangi dan mengontrol emisi karbon yang dapat dimonitor secara langsung.

Peluncuran aplikasi PLN Climate Click merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah dalam mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030.

Baca juga: Cegah dan Tangkal Stunting, YBM PLN UID Banten Salurkan 400 Paket Bantuan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved