PLN Luncurkan Climate Click, Masyarakat Bisa Monitor Langkah Dekarbonisasi secara Berkala

perlu disusun skema perdagangan karbon luar negeri yang dapat mengakomodasi pasar wajib dan pasar sukarela

Tayang: | Diperbarui:
dokumentasi PLN
Peresmian platform PLN Climate Click yang dilaksanakan secara simbolis. (Dari kiri ke kanan: Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti, dan Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hari Wibowo. 

"Dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060," ucapnya.

Menurut Darmawan, platform PLN Climate Click diharapkan juga merupakan bentuk pemanfaatan teknologi sebagai tools dalam upaya beradaptasi dengan perubahan iklim dan juga mengurangi dampak negatifnya.

"Dengan menggunakan teknologi digital untuk mengumpulkan dan menganalisis data, diharapkan kita dapat mengambil keputusan dan tindakan yang lebih baik, tepat, cepat, dan efektif," katanya.

Inovasi ini juga merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung upaya dalam menghadapi perubahan iklim yang dampaknya sudah mulai dirasakan.

Baca juga: Diskon Spesial PLN, Hanya Bayar Rp 202.400 untuk Tambah Daya Seluruh Golongan hingga 5.500 VA

Aplikasi ini juga merupakan satu di antara bentuk penguatan tata kelola perubahan iklim PLN.

Evy Haryadi mengatakan dalam aplikasi ini juga akan tersaji data berupa, inventarisasi emisi GRK scope 1 (emisi langsung), scope 2 dan 3 (emisi tidak langsung).

Lalu, perdagangan emisi dan offset karbon, aksi mitigasi perubahan iklim, dan aksi adaptasi perubahan iklim di lingkungan PLN Grup.

Dalam melaksanakan perdagangan karbon, PLN berpedoman pada peraturan implementasi NEK.

Saat ini PLN memiliki setidaknya lima entitas perusahaan yang berperan dalam implementasi NEK sebagai bagian dari pengembangan bisnis perusahaan.

Baca juga: PLN Borong Empat Penghargaan Sekaligus, Berkomitmen Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Kelima entitas tersebut adalah PT PLN Indonesia Power (IP) dan PT PLN Nusantara Power (NP) yang berperan sebagai pelaku perdagangan karbon.

Kemudian PT PLN ICON Plus sebagai penyedia dan pengembang platform perdagangan karbon, PT Energy Management Indonesia (EMI) sebagai management office perdagangan karbon, dan PLN Pusertif sebagai Lembaga validasi dan verifikasi.

PLN menegaskan kembali keikutsertaannya dalam mendukung pelaksanaan perdagangan karbon, baik melalui perdagangan langsung maupun bursa karbon dengan berpedoman pada peraturan pemerintah.

Diharapkan perdagangan karbon sebagai program enablers dekarbonisasi dapat mendukung upaya PLN untuk mencapai NDC 2030 dan NZE 2060.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved