Kabar Dunia

Adakan Latihan Tempur Terbesar Sejak Era Perang Dingin, NATO Kode Perang Terbuka dengan Rusia?

NATO akan mengadakan latihan terbesarnya sejak Perang Dingin pada tahun 2024, sekitar bulan Februari dan Maret mendatang.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
© AP Photo/Roman Koksarov
Tank-tank tempur dan kendaraan militer negara NATO dari Polandia, Kanada, Amerika Serikat, dan Italia saat latihan perang NATO bernama Namejs 2021 di Kadaga, Latvia, Senin (13/9/2021) lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM - Negara-negara Eropa akan menggelar latihan perang berjuluk 'Steadfast Defender', dengan melibatkan lima negara yang menjadi lokasi latihan perang, yaitu di Jerman, Polandia, dan tiga negara Baltik.

Latihan perang negara-negara Eropa itu diinisasi oleh Aliansi pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Dilansir Tribunnews.com, latihan perang itu akan menjadi latihan terbesarnya NATO sejak Perang Dingin pada tahun 2024, sekitar bulan Februari dan Maret mendatang.

Baca juga: Amerika Serikat Sebut Alasan Ukraina Tak Bisa Gabung NATO, "Kita Tak Siap Perang dengan Rusia"

Rencana latihan perang besar-besaran ini memicu reaksi Rusia, karena dilakukan cenderung dekat teritori mereka.

Terlebih, personel militer NATO yang mengikuti 'drill' ini terhitung besar.

Latihan tersebut, direncanakan akan melibatkan hingga 40.000 tentara, 50 kapal perang, dan menampilkan antara 500-700 misi tempur udara.

“Pada tahun 2024, Aliansi akan mengadakan latihan pertahanan kolektif terbesar sejak Perang Dingin: STEADFAST DEFENDER. Lebih dari 40.000 tentara dari seluruh Aliansi akan berlatih di Jerman, Polandia, dan tiga negara Baltik,” kata Bauer seperti dikutip NATO di konferensi pers bersama dengan panglima angkatan bersenjata Norwegia, Eirik Kristoffersen.

Konferensi pers itu digelar menyusul pertemuan para kepala staf militer negara-negara aliansi tersebut, di Oslo, Sabtu.

"Aliansi ini memasuki “era baru pertahanan kolektif,” tambah Bauer.

Steadfast Defender, tambahnya, adalah latihan tahunan yang dipimpin NATO yang dirancang untuk memastikan bahwa pasukan aliansi tersebut terlatih, mampu beroperasi bersama, dan siap merespons ancaman apa pun dari arah mana pun.

"Sementara itu, Laksamana Giuseppe Cavo Dragone, kepala staf angkatan bersenjata Italia, terpilih pada hari Sabtu sebagai ketua baru Komite Militer NATO dan akan menjabat dalam enam bulan," kata aliansi tersebut.

Pertemuan yang sama juga memutuskan untuk mempertahankan ketua Komite Militer NATO saat ini, Laksamana Rob Bauer, selama enam bulan lagi.

“Pada 16 September 2023, Kepala Pertahanan NATO setuju untuk memperpanjang mandat Ketua Komite Militer NATO saat ini, Laksamana Rob Bauer selama 6 bulan tambahan, dan memilih Kepala Pertahanan Italia, Laksamana Giuseppe Cavo Dragone sebagai penggantinya. ," kata NATO dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan para kepala staf aliansi di Oslo.

Berubah Status dari Waspada Jadi Siap Perang

Michael Maloof, mantan analis kebijakan keamanan di Pentagon, memberikan analisis terkait rencana latihan perang besar-besaran NATO tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved