Dukung Palestina, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Tawarkan Bantuan Pasukan
Pemimpin Chechnya atau Chechen,Ramzan Kadyrov menawarkan bantuan pasukan terhadap Palestina.
TRIBUNBANTEN.COM - Pemimpin Chechnya atau Chechen,Ramzan Kadyrov menawarkan bantuan pasukan terhadap Palestina.
Bantuan pasukan tersebut sebagai bentuk dukungan Chechnya terhadap Palestina.
Ucapan dukungan itu langsung diungkapkan Pemimpin Chechnya melalui video yang diunggah ke media sosial Telegram, Senin (9/10/2023).
Dalam video itu, Kadyrov mengajak dunia untuk mengintervensi dan mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.
Baca juga: China Respon Perang Israel vs Hamas yang Memanas, Dukung Negara Palestina Merdeka Berdaulat
“Saya mengimbau para pemimpin negara-negara Muslim – membentuk koalisi dan menyerukan kepada mereka yang Anda sebut sebagai teman, Eropa dan seluruh Barat, agar mereka tidak mengebom warga sipil dengan dalih menghancurkan militan,” kata Kadyrov, seperti dikutip dari Kyiv Post
“Kami mendukung Palestina. Dan kami menentang perang ini, yang tidak seperti konflik lainnya, dapat meningkat menjadi sesuatu yang lebih besar,” tambahnya.
Selain itu, Kadyrov menawarkan untuk mengerahkan unit-unit Chechnya sebagai pasukan penjaga perdamaian, yang siap untuk memulihkan ketertiban dan melawan elemen-elemen yang mengganggu di Timur Tengah, ujarnya.
Pada tanggal 7 Oktober 2023, wilayah Israel dihantam serangan roket dari Jalur Gaza, dan militan bersenjata Hamas menyusup ke Israel selatan.
Sebagai tanggapan, Pasukan Pertahanan Israel memulai Operasi Pedang Besi, melancarkan tindakan pembalasan terhadap Jalur Gaza.
Selanjutnya pada 8 Oktober, pemerintah Israel mengumumkan keadaan perang untuk pertama kalinya sejak tahun 1973.
Pada tanggal 9 Oktober, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan keberhasilannya mendapatkan kembali kendali atas semua kota yang berbatasan dengan Jalur Gaza.
Hingga berita ini ditulis, angka kematian mencapai 1.500 di kedua sisi, CBS News melaporkan.
Sekilas tentang Chechnya
Chechnya adalah wilayah federal semi-otonom Rusia.
Negara ini mempunyai pemerintahan, parlemen, dan konstitusi sendiri, namun tetap menjadi bagian dari Federasi Rusia dan tunduk pada hukum dan peraturan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pemimpin-Chechnya-atau-ChechenRamzan-Kadyrov.jpg)