Ancaman Terorisme Imbas Perang Israel-Hamas, Tiga Kelompok Ini Paling Rentan Terpapar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ancaman terorisme di Indonesia imbas perang Israel-Hamas.
TRIBUNBANTEN.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ancaman terorisme di Indonesia imbas perang Israel-Hamas.
Listyo mewaspadai munculnya sel-sel tidur yang terafiliasi dengan teroris.
Selama kurun waktu terakhir, Kapolri beserta jajaran telah menangkap 57 orang terkait terorisme.
Baca juga: 80 Persennya Anak-anak, 10 Ribu Warga Palestina Dikabarkan Tewas Akibat Serangan Israel
Para terduga terorisme itu berupaya menggagalkan sejumlah agenda pemerintah termasuk pemilihan umum (Pemilu).
"Eskalasi global yang kemudian terdampak ke situasi dalam negeri dan berbagai macam kebijakan pembangunan," ujar Listyo.
Berdasarkan penelitian I-KHUB Outlook BNPT 2023, setidaknya ada tiga kelompok rentan terpapar paham radikalisme.
Yaitu
Remaja
Perempuan
Anak
Baca juga: Update Jumlah Warga Palestina Terbunuh Akibat Serangan Israel: 9.770 Orang Meninggal per Hari Ini
Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel mengatakan mahasiswa yang masuk kategori usia remaja, rentan terpapar paham radikalisme.
Untuk itu, kata dia, diperlukan upaya menciptakan public awareness terhadap bahaya intoleransi, radikalisme dan terorisme
Menurut dia, apabila tidak miliki ketahanan, pengetahuan, kesadaran, maka akan bahaya radikalisme dan terorisme.
"Ideologi kekerasan ini akan dapat memecah belah Indonesia yang dibangun dari perbedaan," ujarnya.
Sehingga, mahasiswa harus memahani sejarah kebangsaan Indonesia dan mengenal adanya perbedaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/israel-serang-gaza-ni.jpg)