Tiga Daerah di Banten Aman dari Stunting Berdasarkan Kriteria WHO, Ini Daftarnya
Tiga daerah di Provinsi Banten diangap aman dari segi Prevalensi Stunting berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO).
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Tiga daerah di Provinsi Banten diangap aman dari segi Prevalensi Stunting berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO).
Ketiga daaerah di Banten yang jumlah Prevalensi Stuntingnya aman yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Stunting Provinsi Banten, Ricky Febrianto dalam kegiatan penguatan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting BKKBN Banten bersama jurnalis di Banten di salah sati cafe di Kota Serang, Rabu (20/12/2023) malam.
Baca juga: DKPP Kabupaten Serang Intervensi Daerah Rawan Pangan dan Stunting
"Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan sama Kota Cilegon memenuhi kriteria aman" ujarnya.
Ricky menerangkan, indikator penilaian itu berdasarkan persentase anak stunting di tiga wilayah itu berada di bawah angka 20 persen.
"Jadi WHO menetapkan, jika disuatu wilayah ada anak stunting jumlahnya di atas 20 persen, maka dianggap sebagai daerah yang kritis atau rawan akan bahaya stunting," katanya.
"Pak Presiden telah menargetkan Prevalensi Stunting bukan di bawah 20 persen melainkan 14 persen," sambungnya.
Jika dianalogikan, kata Ricki, apabila di suatu wilayah ada 100 balita yang mana 20 persennya dinyatakan stunting.
Maka ada sekitar 20 balita di wilayah itu dinyatakan stunting atau 1 dari lima orang di sana mengalami stunting yang kemudian dianggap kritis.
"Makanya harapan kita, daerah-daerah yang belum di bawah 20 persen itu segera (menurunkan angka stunting,-red), karena penetapan who nya itu 20 persen," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tgas-Stunting-Prov.jpg)