Siapa Sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam Perayaan Natal, Ini Kisah dan Perbedaannya

Siapa sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam perayaan Natal? Berikut ini kisah dan perbedaan kedua sosok tersebut.

Editor: Abdul Rosid
Grid.id
Siapa sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam perayaan Natal? Berikut ini kisah dan perbedaan kedua sosok tersebut. 

TRIBUNBANTEN.COM - Siapa sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam perayaan Natal? Berikut ini kisah dan perbedaan kedua sosok tersebut.

Sinterklas dan Santa Claus merupakan dua sosok yang identik dengan perayaan Hari Natal.

Sosok Sinterklas dan Santa Claus digambarkan sebagai sebuah karakter sebagai pria bertubuh gemuk, mengenakan pakaian, topi kupluk berwarna merah, dan membawa sebuah kantung besar di punggungnya.

Baca juga: Empat Warga Binaan dari 2 Lapas Wilayah Kemenkumham Banten Dapat Remisi Natal, Langsung Bebas

Meski gambaran keduanya hampir sama, namun Sinterklas dan Santa Claus merupakan sosok yang berbeda.

Berikut ini penjelasan tentang perbedaan Sinterklas dan Santa Claus .

Sinterklas

Melansir Kompas.com, Sinterklas disebut terilhami dari sosok Saint Nicolas, seorang uskup asal Myra yang hidup sekitar abad ke-3 masehi.

Hal ini dijelaskan oleh Rodenberg dan Wagenaar dalam jurnal yang dipublikasikan Journal of Heritage Studies.

Siapa sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam perayaan Natal? Berikut ini kisah dan perbedaan kedua sosok tersebut.
Siapa sosok Sinterklas dan Santa Claus dalam perayaan Natal? Berikut ini kisah dan perbedaan kedua sosok tersebut. (Tribun Kaltim)

Nicolas dikenal punya sikap yang dermawan dan suka berbagi kepada orang-orang miskin.

Sosok inilah yang kemudian menginspirasi "lahirnya" cerita Sinterklas di Belanda.

Sinterklas kemudian digambarkan layaknya uskup, lengkap dengan jubah keuskupan, topi uskup yang disebut mitre, dan tongkat gembala uskup yang pada bagian atasnya melingkar.

Masyarakat Belanda menceritakan bahwa Sinterklas berasal dari Spanyol.

Dia memiliki rambut panjang dan janggut berwarna putih. Lalu setiap menjelang natal, Sinterklas akan berkeliling mengunjungi satu rumah ke rumah lainnya.

Santa Claus

Jika Sinterklas berawal dari cerita masyarakat Belanda, maka Santa Claus merupakan sosok yang populer dalam cerita masyarakat di Amerika Serikat (AS).

Namun cerita tentang Santa Claus yang populer di AS itu disebut juga dipengaruhi oleh cerita Sinterklas di Belanda.

Hal itu merujuk kepada sejarah Kota New York yang dibangun dan dikuasai Belanda pada Abad ke-17. Bahkan, New York saat itu dikenal dengan nama New Amsterdam.

Kendati begitu, ada perbedaan dari gambaran Santa Claus dengan Sinterklas.

Santa Claus digambarkan sebagai seorang kakek yang berasal dari kutub utara.

Perawakannya gemuk, berambut dan berjanggut putih, lengkap dengan mantel tebal, topi musim dingin, dan kantong hadiahnya.

Branding Santa Claus semakin melekat di AS berkat kampanye besar perusahaan minuman soda Coca Cola pada 1931.

Seperti dikutip dari The Huffington Post, saat itu Coca Cola menggunakan tokoh Santa dengan baju musim dingin merah-putih untuk mempromosikan produknya.

Hingga kini, Santa pun tersohor dengan baju musim dingin merah-putihnya tersebut.

Kendaraan untuk bepergian pun berbeda.

Bila Sinterklas menggunakan kuda putih, maka kendaraan Santa Claus adalah kereta salju yang ditarik oleh sembilan rusa kutub.

Nah itu tadi perbedaan antara Sinterklas dengan Santa Claus.

Sekarang sudah tahu, kan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved