Netanyahu Gagal Kalahkan Hamas, Eks Kepala Mossad Sebut IDF Harus Pergi dari Gaza Sebelum Terpuruk

Mantan Kepala Intelijen Israel Mossad, Efraim Halevy, menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jelas gagal mengalahkan Hamas.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
Twitter/X
Tentara Israel (IDF) mengevakuasi rekan mereka yang terluka dalam pertempuran melawan milisi pembebasan Palestina di Gaza. Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, dilaporkan menggagalkan misi operasi penyelamatan IDF di Gaza Selatan pada Selasa (9/1/2024). - Mantan Kepala Mossad sebut Benjamin Netanyahu gagal kalahkan Hamas, peringatkan agar IDF segera angkat kaki dari Gaza. 

TRIBUNBANTEN.COM - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut benar-benar gagal mengalahkan Hamas.

Hal itu diungkapkan oleh Mantan Kepala Intelijen Israel Mossad, Efraim Halevy.

Menurutnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus pergi dari Jalur Gaza sekarang, sebelum semakin terpuruk akibat kekalahan.

Baca juga: Mayoritas Penduduk Israel Ingin Netanyahu Turun dari Jabatannya Sebagai Perdana Menteri

Dalam sebuah wawancara bersama surat kabar Inggris, The Times, Halevy mengaku telah beberapa kali meminta untuk bertemu dengan pimpinan Mossad saat ini.

Ia meyakini Israel saat ini tengah mengalami kerugian dan kerusakan terburuk yang terasa sangat menyakitkan.

Halevy mengatakan pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, dan para pejuang kelompok militan Palestina itu, belum kehilangan semangat dan kemauan juang.

Karena itu, ujar Halevy, Hamas tidak bersedia berunding untuk gencatan senjata sementara.

Diketahui, hingga saat ini, setidaknya ada 514 anggota IDF yang tewas akibat serangan kelompok pejuang Palestina.

Terbaru, dilaporkan ada enam anggota IDF tewas dalam terowongan jebakan di Bureij, Gaza tengah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengatakan pada Netanyahu agar menarik pasukan IDF dari Gaza untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil di wilayah kantong itu.

"Menteri (Blinken) menegaskan kembali dukungan kami terhadap hak Israel untuk mencegah terulangnya serangan 7 Oktober."

"Ia juga menekankan pentingnya menghindari kerugian sipil lebih lanjut dan melindungi infrastruktur sipil di Gaza," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Matthew Miller, dalam sebuah pernyataan usai Blinken bertemu Netanyahu di Tel Aviv, dilansir The Times of Israel.

Tampaknya, ini adalah pertama kalinya Biden meminta Israel untuk menargetkan infrastruktur sipil, selain warga sipil itu sendiri, karena kehancuran di Gaza terus meningkat.

Dalam konferensi pers Selasa (9/1/2024) malam, Blinken mengatakan jumlah korban jiwa di Gaza, terutama anak-anak, "terlalu tinggi."

Ia juga meminta Israel untuk mendukung upaya PBB merehabilitasi Jalur Gaza.

Baca juga: Senator AS Ini Minta Kongres Tolak Usulan Bantuan Militer Miliaran Dolar ke Israel

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved