Media Asing Kembali Soroti Pemilu RI: Ramal Masa Depan Indonesia Pasca Jokowi

Bloomberg, media asal Amerika Serikat mengumumkan hasil survei soal Pemilu 2024. Bloomberg melakukan survei terhadap 17 ekonom dan analis senior.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Kolase Tribunnews
Bursa bakal Capres-Cawapres 2024 - Atas: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto. Bawah: Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Gibran Rakabuming Raka.  

TRIBUNBANTEN.COM - Bloomberg, media asal Amerika Serikat mengumumkan hasil survei soal Pemilu 2024.

Bloomberg melakukan survei terhadap 17 ekonom dan analis senior.

Survei menyebut perekonomian Indonesia diperkirakan melaju lebih cepat dari 5 persen.

Baca juga: Ganjar-Mahfud Menang di Pilpres 2024, Rano Karno Janji Cilangkahan Jadi Kabupaten Baru di Banten

Bloomberg menyoroti bagaimana Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapresnya, yang memicu tuduhan bahwa ia dengan sengaja membangun sebuah dinasti.

10 dari 17 responden dalam survei Bloomberg mengatakan bahwa sebuah dinasti politik di bawah Jokowi tidak akan menjadi pertanda baik untuk pasar dan ekonomi.

Ian Wilson, seorang dosen senior dan peneliti senior di Pusat Penelitian Indo-Pasifik Universitas Murdoch mengatakan tidak ada jaminan bahwa kebijakan-kebijakan Jokowi akan berlanjut di bawah kepresidenan Prabowo.

"Begitu Jokowi tidak menjabat lagi, pengaruh politiknya akan berkurang secara signifikan. Dia tidak memiliki sumber daya keuangan yang signifikan untuk memberikan pengaruh, atau kendaraan politik yang kuat," ujar Ian, yang tidak ikut serta dalam survei Bloomberg.

Baca juga: Lokasi Nobar Debat Kedua Cawapres Pilpres 2024 di Tangsel: Ada di Kantor DPC PDIP

Terdapat tiga hasil survei Bloomberg di bidang ekonomi

Pertama, pertambangan dan logam adalah sektor yang paling menarik bagi para investor menjadi fokus mereka selama tahun pemilihan umum, diikuti infrastruktur dan energi terbarukan.

Para analis mengatakan bahwa kebijakan hilirisasi Indonesia harus dilanjutkan oleh Presiden penerus Jokowi, diikuti oleh reformasi infrastruktur dan transisi energi hijau.

Sebagian besar responden mengatakan bahwa ketergantungan yang besar pada batu bara adalah satu kebijakan yang seharusnya tidak dilanjutkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved