Bagi-bagi 500.000 Rice Cooker Gratis Bakal Ditambah, Kapan Jadwal Pembagiannya?

Bagi-bagi rice cooker pada tahun ini akan diberikan kepada 500.000 rumah tangga.

Kolase
Bagi-bagi rice cooker pada tahun ini akan diberikan kepada 500.000 rumah tangga. Pemerintah berencana menambah jumlah menjadi 700.000 penerima penanak nasi tersebut. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bagi-bagi rice cooker pada tahun ini akan diberikan kepada 500.000 rumah tangga.

Pemerintah berencana menambah jumlah menjadi 700.000 penerima penanak nasi tersebut.

Program bagi-bagi rice cooker menyasar target yang spesifik, yaitu rumah tangga pelanggan PLN atau PLN Batam berdaya 450-1.300 VA yang tidak memiliki alat memasak listrik.

Baca juga: 10.466 Rumah di Banten Diajukan untuk Mendapatkan Rice Cooker Gratis!

Selain itu, targetnya adalah yang berdomisili di daerah tersedia listrik 24 jam menyala.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengatakan pembagian rice cooker untuk 500.000 rumah tangga selesai pada tahun ini.

Mengutip Kontan, pemerintah menargetkan menambah jumlahnya menjadi 700.000 rumah tangga pada 2025.

“Untuk 700.000 rumah tangga kita bisa cukup optimistis,” katanya seusai Konferensi Pers di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (18/1/2024).

Kementerian ESDM menargetkan pembagian rice cooker ke 500.000 rumah tangga selesai pada Januari 2024.

Bagi-bagi rice cooker untuk 700.000 rumah tangga itu berdasarkan peta jalan transisi energi Dewan Energi Nasional (DEN).

Pembagian rice cooker ini diklaim bisa meningkatkan konsumsi listrik per kapita dan mengurangi impor LPG.

Hal itu bisa meringankan keuangan negara dan meningkatkan konsumsi listrik sehingga pendapatan PLN bertambah.

Baca juga: Daftar Penerima Rice Cooker Gratis di Banten Mulai Desember 2023, Cek di Sini!

Menurut Jisman, tahun ini APBN belum ada untuk anggaran 700.000 rice cooker.

"Kami mendorong DPR supaya anggaran alat memasak listrik karena manfaatnya lumayan," ucapnya.

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, mengatakan program bagi-bagi rice cooker paling bisa diimplementasikan.

Harganya lebih murah dibandingkan program yang diusulkan sebelumnya, yakni bagi-bagi kompor induksi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved