Bau Gas Kimia PT Chandra Asri

Bukan Hanya Sembako, Warga Gunung Sugih Minta Chandra Asri Beri Kompensasi Warga Tiap Bulan

Sejumlah warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon meminta kepada pihak PT Chandra Asri Pacific Tbk untuk memberikan kompensasi berupa uang

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Sejumlah warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon meminta kepada pihak PT Chandra Asri Pacific Tbk untuk memberikan kompensasi berupa uang kepada warga sekitar. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sejumlah warga Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon meminta kepada pihak PT Chandra Asri Pacific Tbk, untuk memberikan kompensasi berupa uang kepada warga sekitar.

Hal itu disampaikan warga saat menerima bantuan sembako dari pihak PT. CAP, paska insiden gangguan alat di pabrik PT. CAP yang menimbulkan pembakaran gas di cerobong (flare stack) pada Sabtu (20/1/2024) kemarin.

Di mana dalam insiden itu, sejumlah wilayah termasuk warga Kelurahan Gunung Sugih terdampak bau menyengat, hingga menimbulkan gangguan kesehatan.

Baca juga: Walhi Jakarta Soroti Respon Pemerintah soal Pembuangan Gas PT Chandra Asri Pacific Cilegon

Seorang warga, Mastuah menuturkan, bahwa warga Kelurahan Gunung Sugih tepatnya di wilayah yang berada dekat dengan PT. CAP sangat terdampak.

"Baunya kecium, bikin mual dari hari sabtu, sampe ada yang pingsan tiga orang, makanya kemaren didemo," ujarnya saat berada di kantor Kelurahan Gunung Sugih, Rabu (24/1/2024).

Atas adanya insiden itu, menurut Mastuah warga setempat menuntut beberapa hal kepada PT. CAP.

Di mana warga masyarakat, kata dia, berharap agar pihak PT. CAP bukan hanya memberikan sembako, namun juga bisa memberikan kompensasi berupa uang setiap bulan.

"Pengennya dikasih kompensasi tiap bulan, untuk kesehatan semua."

Baca juga: Buntut Bau Gas Kimia PT Chandra Asri, Emak-emak dan Anak-anak Warga Ciwandan Cilegon Unjuk Rasa

"Sejak berdiri Chandra Asri belum ada bantuan kompensasi kepada warga," jelasnya.

Apabila tidak mau memberikan kompensasi kepada warga setempat, kata Mastuah, warga berharap agar pihak PT. CAP merelokasi warga dengan cara membebaskan lahan mereka.

"Warga masyarakat Pengabuan mintanya kompensasi tiap bulan, kesehatan juga. Kalau enggak dibebasin (direlokasi,-red), kalau enggak ada kompensasi," tandasnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved