Arya Wedakarna Dipecat dari DPD RI Buntut Dugaan Rendahkan Petugas Bandara Pakai Hijab
Anggota DPD RI dapil Bali, Arya Wedakarna diberhentikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI.
TRIBUNBANTEN.COM - Anggota DPD RI dapil Bali, Arya Wedakarna diberhentikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI.
Pemberhentian Arya Wedakarna sebagai Anggota DPD RI dapil Bali setelah adanya cuplikan video yang beredar pada Jumat 2 Februari 2024.
Dalam video tersebut, terlihat Made Mangku Pastika yang sama-sama Anggota DPD RI dapil Bali membacakan putusan pemberhentian Arya Wedakarna.
Baca juga: Prabowo Janji Perbaiki Gaji Guru dan Uang Pendidikan Gratis Jika Terpilih di Pilpres 2024
Dalam putusannya, Mangku Pastika mengatakan Arya Wedakarna terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik dan/atau tata tertib DPD RI sebagaimana yang diatur dalam UU MD3.
Sehingga, BK DPD RI memutuskan untuk memberikan sanksi berat yakni pemberhentian tetap Arya Wedakarna sebagai Anggota DPD RI.
“Berdasarkan Pasal 48 ayat 1 dan ayat 2 Peraturan DPD RI nomor 1 Tahun 2021, Badan Kehormatan DPD RI memutuskan dan menetapkan bahwa teradu Dr. Shri IGN Arya Wedakarna MWS, S.E., (M.Tru)., M.Si Anggota DPD RI dari Provinsi Bali terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik dan/atau tata tertib DPD RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang MD3 dengan sanksi berat pemberhentian tetap sebagai Anggota DPD RI.”
“Putusan ini selanjutnya dituangkan dalam keputusan Badan Kehormatan DPD RI,” ungkap Mangku Pastika.
Menanggapi pemberhentiannya ini, Arya Wedakarna pun angkat bicara.
Pasalnya, dia mengaku tak malu dipecat dari DPD RI karena laporan dari MUI.
Sebab, dia menegaskan membela Agama Hindu Bali.
“Intinya saya tidak malu dipecat dari DPD RI karena laporan MUI, kan yang saya bela Agama Hindu Bali,” ungkapnya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat 2 Februari 2024.
BK DPD Gelar Sidang Arya Wedakarna soal Dugaan bernada SARA
Sebelumnya, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah melaksanakan sidang terkait laporan terhadap senator asal Bali, Arya Wedakarna alias AWK di Kantor DPD RI Provinsi Bali, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat 19 Januari 2024.
Sidang ini digelar untuk memverifikasi laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali terhadap AWK atas pernyataannya yang diduga bernada SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).
Laporan tersebut berdasarkan rekaman video saat Anggota Komite I DPD RI itu menggelar rapat bersama Kanwil Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
| Krisis Kehutanan Picu Banjir di Banten, Anggota DPD RI Ade Yuliasih Soroti Kesiapan SDM ATR/BPN |
|
|---|
| Reses ke Imigrasi Serang, DPD RI Provinsi Banten Tekankan Pentingnya Penguatan Keamanan Wilayah |
|
|---|
| MASIH Ingat? Ini Nama-nama Anggota DPR dan DPD RI Dapil Banten, Ada Sufmi Dasco hingga Eks Gubernur |
|
|---|
| Prabowo Jadi Presiden Indonesia Pertama yang Baca Teks Proklamasi di Upacara Detik-detik Proklamasi |
|
|---|
| Anggota Polisi Diusulkan Minimal Berpendidikan S1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Arya-Wedakarna.jpg)