Gempa Guncang Bayah

Pasca Gempa Magnitudo 5,7 di Bayah, Analis Peringatkan Warga Banten Selatan

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid, mengatakan Provinsi Banten dan sekitarnya

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Gempa Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (25/2/2024). 

14). Gempa berkekuatan magnitudo 3,8, pukul 07.44 WIB, 7.47LS, 105.98BT 67 km barat daya Bayah, di kedalaman 10 km.

Gempa Bayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal gempa 5,7 magnitudo di Bayah, Banten.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa bumi di Bayah, Banten termasuk dangkal.

Menurut dia, gempa itu terjadi akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Banten.

Analisa itu disampaikan setelah melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan cerminan Gempa Megathrust," ujar Daryono dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Minggu(25/2/2024).

Menurut Daryono, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Surade dengan skala intensitas IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderit dan dinding berbunyi ) di daerah Pelabuhan Ratu, Bayah, Malimping, Garut dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di daerah Bandung, Cilacap, Panimbang dan Cigeulis dengan skala intensitas II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan akan truk berlalu, daerah Serang dan Lembang dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya ativitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa."

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono.

Nama-nama Wilayah Terdampak Gempa

Gempa magnitudo 5,7 terjadi di Bayah, Banten pada Minggu (25/2/2024) pukul 20.07 WIB.

Lokasi koordinat 7.61 lintang selatan (LS) - 105.90 bintang timur (BT) atau 85 kilometer barat daya Bayah Banten dan terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Ini nama-nama wilayah yang merasakan getaran.

Getaran tidak hanya dirasakan di Bayah, Banten dan sekitarnya.

Seperti

Malimping

Cijaku

Tetapi juga di enam wilayah di Jawa Barat.

Yaitu

Kabupaten Sukabumi

Kota Sukabumi

Kabupaten Cianjur

Kabupaten Sumedang

Kabupaten Garut

Kabupaten Pangandaran

Warga Rasakan Gempa

Satu warga di Kecamatan Kalipucang, Wawan (47) mengaku merasakan getaran gempa bumi yang sudah terjadi.

"Cukup lumayan kerasa, tapi enggak tahu gempa dimana," ujar Wawan melalui WhatsApp, Minggu (25/2/2024) malam.

Satu warga lainnya di Kecamatan Pangandaran, Agus mengatakan gempa bumi di Banten lumayan besar.

"Di Banten, lumayan besar 5,7 dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran," katanya

Sementara itu, Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik menyebut gempa bumi terjadi sekira pukul 20.07 WIB dengan durasi lumayan lama.

"Tadi ada sekira 10 detik getaran gempa yang kami rasakan," kata Rafik dikonfirmasi TribunBanten.com melalui sambungan telepon.

Menurut Rafik, gempa membuat kaca di rumahnya mengalami getaran. Namun beruntung tidak pecah. 

Masyarakat di wilayah Bayah juga kata dia, sudah kondusif karena sudah terbiasa merasakan gempa bumi. 

Ditambah berdasarkan laporan BMKG bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Alhamdulillah udah kondusif sekarang mah, meski pun tadi sedikit panik keluar rumah," ujar dia.

Rafik mengaku belum menerima laporan kerusakan akibat getaran gempa bumi tersebut. Dia berharap, masyarakat dapat tetap waspada.

"Sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang kami terima. Mudah-mudahan tidak ada yang rusak," ungkap dia.

 

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved