Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Uji Stres dan Tinjau Ulang Utang saat Rupiah Melemah
Menteri BUMN Erick Thohir meminta seluruh BUMN untuk bergerak cepat dalam meminimalisasi dampak gejolak ekonomi dan geopolitik dunia.
TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta seluruh BUMN untuk bergerak cepat dalam meminimalisasi dampak gejolak ekonomi dan geopolitik dunia.
Erick Thohir mengatakan, BUMN harus melakukan peninjauan ulang biaya operasional, belanja modal, utang yang akan jatuh tempo, rencana aksi korporasi.
Selain itu, melakukan uji stres untuk melihat kondisi BUMN dalam situasi terkini.
Baca juga: Profil Komang Teguh, Pemain Timnas U23 Indonesia yang Bobol Gawang Australia Piala Asia U23 2024
Dia juga meminta BUMN perbankan menjaga secara proporsional porsi kredit yang terdampak oleh volatilitas rupiah, suku bunga, dan harga minyak.
"BUMN yang memiliki utang luar negeri atau berencana menerbitkan instrumen dalam dolar AS agar mengkaji opsi hedging untuk meminimalisasi dampak fluktuasi kurs," kata Erick di Jakarta, Rabu (17/4/2024).
"Seluruh BUMN diharapkan dapat waspada dan awas dengan memantau situasi saat ini, mengingat kemungkinan terjadi kenaikan tingkat suku bunga dalam waktu dekat," tambahnya.
Baca juga: Waduh! Satpol PP Sebut KP3B Kerap Jadi Tempat Mesum hingga Mobil Goyang-goyang
Erick menerangkan, inflasi Amerika Serikat sebesar 3,5 persen membuat langkah Bank Sentral AS, The Fed, menurunkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
"Situasi geopolitik juga semakin bergejolak dengan memanasnya konflik Israel dan Iran beberapa hari yang lalu," ujar Erick.
Kondisi itulah yang memicu penguatan dolar AS terhadap rupiah serta kenaikan harga minyak.
"Harga minyak ini bahkan diprediksi beberapa ekonom bisa mencapai 100 dolar AS per barel apabila konflik meluas dan melibatkan Amerika Serikat," ucap Erick.
Dua hal tersebut telah melemahkan rupiah menjadi Rp16.000-16.300 per dolar AS dalam beberapa hari ke belakang. Nilai tukar ini bahkan bisa mencapai lebih dari Rp16.500 apabila tensi geopolitik tidak menurun.
Erick menilai, situasi ekonomi dan geopolitik tersebut sudah dan akan berdampak kepada Indonesia melalui capital outflow. Di mana investor pasar keuangan akan menempatkan dana mereka di AS, sehingga memicu melemahnya rupiah dan naiknya imbal hasil obligasi.
Kemudian juga semakin mahalnya biaya impor bahan baku dan pangan karena gangguan rantai pasok karena konflik Iran-Israel.
"Dan akan menggerus neraca perdagangan Indonesia," sambungnya.
Menanggapi arahan Menteri BUMN, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya secara intens terus memantau perkembangan terkini.
Menguak Motif Dwi Hartono Habisi Kacab Bank BUMN di Cempaka Putih hingga Polisi Tangkap 15 Orang |
![]() |
---|
Sosok Pengusaha Dalang Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih: Pernah Hibahkan Ambulans ke Desa di Jambi |
![]() |
---|
Banten International Stadium Berpeluang jadi Kandang Timnas Indonesia, Ini Kata Erick Thohir |
![]() |
---|
Rocky Gerung Apresiasi Prabowo yang Berani Hapus Tantiem Komisaris BUMN: Sebelumnya Dimanja Jokowi |
![]() |
---|
Prabowo Blak-blakan Soal Bonus Tahunan Direksi dan Komisaris BUMN Capai Rp40 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.