Kecelakaan Hari Ini, Truk Pengangkut Gas LGP Terguling di BSD Tangsel, Muatan Berserakan

Update kecelakaan hari ini, Kamis (30/5/2024). Truk pengangkut gas LPG terguling di Depan Ruko Pasar Modern Timur 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abdul Rosid
TribunTangerang.com
Update kecelakaan hari ini, Kamis (30/5/2024). Truk pengangkut gas LPG terguling di Depan Ruko Pasar Modern Timur 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Update kecelakaan hari ini, Kamis (30/5/2024). Truk pengangkut gas LPG terguling di Depan Ruko Pasar Modern Timur 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Truk dengan nomor polisi B 9562 WYT terguling usai menghindari kendaraan yang ada di depannya agar tidak tertabrak.

Akibatnya, truk tersebut banting setir dan terguling. Beruntung dalam insiden tersebut tidak memakan korban jiwa, hanya tabung gas berserakan di jalan, membuat aktivitas perjalanan terganggu alias macet.

Baca juga: Timbulkan Imajinasi dan Kecanduan, Jutaan Rokok Ilegal hingga Sex Toys Diamankan

Iwan Nuriksan petugas keamanan di wilayah tersebut mengatakan jika truk terguling karena menghindari motor agar tak tertabrak.

"Mobilnya menghindar nabrak sepeda motor di depannya. Posisi motor lagi jalan di jalur tengah," kata Iwan Nuriksan petugas keamanan di sekitar TKP.

Kata Iwan, truk terlihat melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga ia membanting setir ketika melihat motor di depannya.

Karena menghindari motor, truk itupun terguling dan muatan yang dibawanya berserakan.

"Posisi mobil ini dari sana kencang, banting stir mobilnya ke kiri karena ada motor itu akhirnya langsung terguling," kata Iwan.

"Gabisa ke kontrol mungkin itu. Pokonya setelah menghindar langsung terguling," imbuhnya.

Atas kejadian ini, Iwan menyebut jika sopir dalam keadaan aman. Namun, kenek truk dan pengendara motor mengalami luka ringan.

Karena itulah keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

"Kalau luka-luka ada, cuma tidak terlalu parah. Korban luka dua orang, satu pengendara motor, satu lagi dari kenek truk pengangkut gas. Langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Iwan.

Kini, truk pembawa tabung gas dan motor sudah dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk diproses lebih lanjut.

"Mobil truk dan motornya langsung di bawa ke polres Tangsel," pungkasnya.

Beli Gas Melon Pakai KTP

Pembelian elpiji 3 kilogram atau gas melon mulai 1 Juni 2024 wajib menggunakan KTP.

Tujuannya untuk memastikan pemberian subsidi yang tepat sasaran.

Pernyataan itu dilontarkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (28/5/2024).

“Kami laporkan bahwa per tanggal 1 Juni nantinya, pada saat akan melakukan pembelian elpiji 3 kg, itu nanti akan dipersyaratkan untuk menggunakan KTP,” ujarnya.

Riva mengatakan bahwa seluruh agen distribusi telah melakukan pendataan terhadap konsumen yang melakukan pembelian dan mencatat dalam aplikasi atau sebuah sistem yang disebut Merchant Application atau MAP.

Sebanyak 253.365 pangkalan aktif menyalurkan elpiji 3 kg pada April 2024.

Dari keseluruhan pangkalan tersebut, sebesar 98,8 persen telah melakukan pencatatan minimal satu kali pada Maret 2024.

“Update data ini adalah update data per 30 April 2024 dan ini masih bergerak di dalam penyelesaian untuk pencatatan setiap transaksinya,” kata Riva.

Sebanyak 221.615 pangkalan atau 88 persen pangkalan, kata dia, telah melakukan pencatatan transaksi sebesar 100 persen realisasi penyaluran pada Maret 2024.

“Secara juta tabung, itu sampai 30 April, 98 persen transaksi itu sudah dicatatkan ke dalam merchant application,” ucap dia.

Dampak daripada pencatatan ini, lanjut Riva, sudah ada 41,8 juta NIK yang mendaftar di subsidi tepat elpiji, di mana 85,9 persen pendaftarnya, atau sekitar 35,9 juta NIK berasal dari sektor rumah tangga.

Lebih lanjut terdapat sektor usaha mikro sebanyak 5,8 juta NIK, diikuti pengecer sebanyak 70,3 ribu NIK, nelayan sasaran sebanyak 29,6 ribu NIK, dan petani sasaran sebanyak 12,8 ribu NIK.

Riva menjelaskan bahwa jumlah konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang melakukan transaksi masih terus bertambah selama periode Januari–April 2024.

“Untuk sektor petani sasaran dan nelayan sasaran, itu cukup stagnan,” kata Riva.

 

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved