Kala Kapolda Banten Resah Tawuran Remaja Terjadi Setiap Pekan

Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim mengungkap aksi geng motor di Provinsi Banten masih kerap terjadi.

Editor: Ahmad Haris
Dok/Humas Polda Banten
Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim saat memberikan keterangan kepada pers beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim mengakui aksi geng motor di Provinsi Banten masih kerap terjadi.

Bahkan, tindak kejahatan ini paling banyak terjadi di Provinsi Banten, setiap satu Minggu sekali terjadi.

Hal itu diungkapkan Abdul Karim, usai acara Seminar strategi Polda Banten untuk mengelola bonus demografi dalam rangka pemeliharaan Kamtibmas dan Pilkada 2024.

Baca juga: Tawuran Remaja Terjadi Setiap Pekan, Kapolda Banten Resah

"Jadi yang sekarang ini paling banyak adalah perkelahian remaja, geng motor masih banyak di tempat kita," kata Karim di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (13/6/2024).

Menurut Karim, minggu kemarin terjadi aksi geng motor di Kota Cilegon dan sebelumnya terjadi juga di Kota Serang dan Tangerang.

"Bagi saya pribadi ini sudah cukup meresahkan," ujarnya.

Karim menilai, aksi kriminalitas itu terjadi karena bonus demografi.

Polda Banten sendiri dalam mengatasi bonus demografi adalah melakukan pencegahan.

"Jadi banyak sekali tingkat kejahatan, potensi kerawanan-kerawanan nya, kita hanya bisa melakukan pencegahan, mulai dari patroli, sambang dengan Babinkamtibmas, kita berikan penyuluhan pada anak muda," ungkapnya.

Kendati demikian, Ia merasa anggota nya kerap kecolongan meski telah rutin melakukan patroli.

Sebab lanjut dia, jumlah personel dan sarana prasarana yang dimiliki Polres Jajaran dan Polda Banten minim.

Baca juga: 3 Anggota Geng Motor di Kota Cilegon Jadi Tersangka Pelaku Pembacokan Tangan hingga Hampir Putus

"Patroli adalah solusinya satu-satunya yang bisa kita lakukan."

"Cuma harus di atur ya, kalau kita patroli kejadiannya subuh, kalau kita patroli subuh kejadiannya tengah malam, ada kalanya sore jadi tidak menentu."

"Tapi tetap kita lakukan patroli, cuma patroli ini kan kita terbatas, jumlah personel, sarana. Tapi tetap kita lakukan itu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved