Kantor BPJN Banten Didemo, Massa Sebut Pembangunan hingga Perawatan Jalan Nasional Tak Maksimal

HMI Kabupaten Pandeglang, melakukan unjuk rasa di depan kantor BPJN Banten pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Engkos Kosasih/TribunBanten.com
HMI Kabupaten Pandeglang, melakukan unjuk rasa di depan kantor BPJN Banten pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pandeglang, melakukan unjuk rasa di depan kantor BPJN Banten pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Mahasiswa menilai, proyek pemeliharaan jalan nasionalpembangunan jembatan dan  di Pandeglang sebesar Rp78 miliar kurang maksimal bahkan terkesan asal.

Hal itu terlihat pada sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kaduhejo, Cimanuk, Cipeucang, Cipacung, Saketi, Cisata, Menes, Cikoneng dan Cikeusik.

Baca juga: MIRIS! Masih Ada Jalan Rusak Bak Kubangan Kerbau di Ibu Kota Provinsi Banten

"Ada 8 titik jalan yang tahun ini dilakukan pemeliharaan dengan anggaran yang cukup fantastis. Tetapi terkesan kurang maksimal," kata Koordinator Aksi, Entis Sumantri saat orasi, Selasa (13/8/2024).

Apalagi kata Entis, pembangunan gorong-gorong di Jalan Pandeglang-Labuan tepatnya di Kampung Sindanghayu, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cisata yang amblas diduga karena gagal perencanaan.

"Jalan itu yang menjadi perhatian kami, oleh karena itu kami meminta BPJN Banten dan kontraktor pelaksana bertanggung jawab," ungkapnya.

Mahasiswa juga meminta agar PT. Rama Abdi Pratama sebagai pelaksana proyek tak main-main dalam pelaksanaan jalan tersebut.

"Ini jalan bajak dinikmati oleh masyarakat Pandeglang manfaatnya. Tapi kalau pengerjaannya asal, kami khawatir manfaatnya tak terasa lama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved