Pembangunan Jembatan Permanen di Tanara Serang Mangkrak, Kadis PUPR: Itu Dibangun Secara Bertahap

Pembangunan jembatan permanen di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang sampai saat ini tidak dilanjutkan alias mangkrak.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Potret jembatan permenen pengganti jembatan gantung di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang yang pembangunannya mangkrak 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pembangunan jembatan permanen di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang sampai saat ini tidak dilanjutkan alias mangkrak.

Hal ini pun mengundang rasa kekecewaan masyarakat lantaran jembatan pengganti jembatan gantung yang rusak belum ada kejelsan kelanjutan proes pembangunannya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Yadi Priyadi mengakui bahwa pembangunan jembatan permanen tersebut memang sempat tertunda hingga kini.

Baca juga: Wisata Desa Situterate di Cikande Kabupaten Serang, Danau Cantik & Jembatan yang Menarik Bantuan PLN

"Pembangunannya tidak ada masalah, itu dibangun secara bertahap karena menyangkut anggaran. Pembangunannya masih akan berjalan," kata Yadi saat ditemui di Pendopo Bupati Serang, Jumat (12/8/2022).

Ia mengatakan, pembangunan jembatan tertunda karena berbarengan dengan proses pembangunan jalan.

Meski begitu, Pemkab Serang telah menganggarkan untuk kelanjutan proyek itu pada tahun ini.

Dia berharap proyek tersebut bisa tuntas.

"Mudah-mudah secepatnya, dan akan kami lanjutkan pembangunan. Karena kondisi jembatan gantung di sana jugakan sudah tidak layak," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan jembatan permanen di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanar, Kabupaten Serang mangkrak.

Pantauan di lokasi, jembatan permanen yang baru setengah tersebut berada tak jauh dari lokasi jembatan gantung dan baru dibangun di sisi sebrang kanan dan kirinya.

Sekertaris Desa Tenjoayu Herman mengatakan, jembatan permanen tersebut menjadi dambaan masyarakat, karena bisa menjadi pengganti jembatan gantung yang kini sudah rusak.

Saat ini jembatan gantung menjadi akses satu-satunya bagi warga yang ingin melakukan aktivitas.

Tak hanya itu, jembatan permanen tersebut seharusnya sudah bisa digunakan pada tahun 2021.

Baca juga: Kisah Warga Desa Tenjoayu Serang yang Bertaruh Nyawa saat Lintasi Jembatan Gantung Rusak

Namun, karena terkendala pandemi dan semua anggaran di fokuskan untuk penangan covid-19.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved