Potensi Gempa Megathrust di Cilegon: Begini Persiapan dan Langkah Keselamatan BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengantisipasi potensi gempa megathrust di Cilegon, Banten.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Via TribunBatam.com
Ilustrasi gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengantisipasi potensi gempa megathrust di Cilegon, Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengantisipasi potensi gempa megathrust di Cilegon, Banten. 

"Artinya bukan tahun sekarang saja, megathrust ini baru potensi, bukan prediksi ataupun peringatan dini," ujar Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, pada Selasa (27/8/2024). 

Menurut dia, potensi gempa di Indonesia tentu pasti ada, karena Indonesia dikelilingi oleh sabuk tektonik.

Ancaman dari megathrust ini, kata dia, yang perlu untuk dikhawatirkan karena berpotensi mengalami bencana yang cukup besar. 

"Ada dua titik rawan, untuk wilayah kita di Selat Sunda dan di dekat Kepulauan Mentawai," katanya. 

"Jadi ada daerah kekosongan perlu pelepasan energi yang cukup besar yang sewaktu-waktu bisa ada," imbuhnya. 

Baca juga: Soal Gempa Megathrust di Selat Sunda, Begini Kata Pakar UGM

Hanya saja, sejauh ini kata Suhendi, belum diketahui kapan megathrust itu terjadi.

"Kita belum tahu, mungkin bulan depan, tahun depan, lima tahun ke depan, atau sepuluh tahun ke depan kita tidak tahu, karena ini baru potensi," jelasnya.

Namun demikian, dalam setiap kesempatan, Suhendi mengku telah melakukan sosialisasi ke masyarakat Cilegon

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat Cilegon tetap tenang. 

"Tetap beraktivitas seperti biasa, kalo nelayan yah tetap nelayan, petani tetap bertani karyawan tetap menjalankan tugas, yang penting mereka tetap waspada dan tau bagaimana cara penyelamatan diri," katanya.

Baca juga: PHRI Banten Pastikan Isu Gempa Megathrust Tak Berdampak Pada Sektor Pariwisata 

Suhendi menyampaikan pihaknya telah melakukan sejumlah mitigasi dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam. 

Mulai dari melakukan sosialisasi ke masyarakat serta memberikan pelatihan di beberapa kelurahan yang rawan bencana. 

Kemudian melakukan simulasi di beberapa kelurahan serta bekerja sama dengan industri menyiapkan beberapa petunjuk jalan evakuasi jika terjadi tsunami. 

"Kalau misal ada gempa minimal lindungi kepala, berlindung di bawah tempat yang aman, jika memungkinkan lari ke daerah terbuka," katanya. 

"Kalau tsunami ikuti jalur evakuasi, kan ada rambu panah bisa mengikuti itu sampai jalur aman," tambahnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved