PROFIL dr Diani Kartini dan RS Medistra, Sebut Rumah Sakit Larang Dokter dan Perawat Berhijab
Rumah Sakit (RS) Medistra di Jakarta Selatan sedang menjadi pembicaraan di jagat media sosial.
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab.
Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien.
Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis.
Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis, dan sub spesialis di RS Medistra?
Terimakasih Atas perhatiannya.
Baca juga: Penjelasan Dasco usai Foto Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral
Klarifikasi Dokter Diani Kartini
Sementara itu, setelah surat tersebut beredar di media sosial Rs Medistra, dokter Diani Kartini membenarkan surat tersebut setelah dikonfirmasi Republika.
Menurut dokter Diani Kartini, surat tersebut dia buat untuk meminta penjelasan dari Rs Medistra terkait persoalan jilbab untuk perawat dan dokter.
Namun demikian, lanjutnya, dirinya tak mengetahui lagi kelanjutan surat tersebut.
Saat ini, dokter Diani Kartini juga diketahui telah mengundurkan diri dari Rs Medistra.
“Dan saya juga langsung keluar tidak bekerja di Medistra lagi setelah peristiwa itu, tepatnya kemarin, Sabtu 31 Agustus 2024,” ujar dia, seperti dikutip dari Republika.
Baca juga: Posting Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral, Begini Kata Dasco
Dokter Diani Kartini juga mengatakan, dari yang dirinya ketahui memang ada kebijakan larangan berhijab diberlakukan untuk perawat dan dokter umum, sementara untuk dokter spesialis dan subspesialias bebas mengenakan hijab.
Diskriminasi ini yang dia tentang keras. “Ini saya yang tidak setuju, mengapa ada perbedaan?”, kata dia.
Ia sebenarnya sempat menanyakan kebijakan tersebut ke pihak manajemen yang mengesankan jawabannya boleh.
Namun demikian, ternyata saat ada wawancara penerimaan dokter umum beberapa waktu lalu masih ada pertanyaan tentang membuka hijab.
“Itu kan wawancara yang tidak bermutu,” kata dia.
Dokter Diani Kartini menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya RS Medistra adalah rumah sakit umum yang tidak terkait dengan golongan tertentu.
Sementara itu, hingga berita ini dituliskan, pihak Rs Medistra hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi.
Baca juga: Posting Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral, Begini Kata Dasco
Dokter Diani Kartini Viral di Media Sosial
Sosok dokter Diani Kartini mendadak viral di media sosial setelah surat protesnya ke manajemen Rs Medistra tersebar luas.
Unggahan surat protes tersebut bahkan dibagikan berulang kali di berbagai platform media sosial hingga dikomentari ketua MUI Cholil Nafis.
Akun Instagram Diani Kartini @diani_kartini juga mendapat dukungan dari banyak warganet.
"Mantap Bu, saya ikut suarakan pelarangan hijab di Medistra! Allah bersama kita!!!!????," tulis akun @dickyraharta13.
"Semangat dok????????????," tulis akun @destyraharja13.
"Masih banyak RS yg toleran kok...tinggalkan yg ga sesuai keyakinan...," akun @Ridwan ikut mengomentari.
"Rumah Sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia krn kita sdh merdeka dan dijamin kebebasan utk menjalankan ajaran agamanya masing2. Tlg pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk," kata Ketua MUI Cholil Nafis.
Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Heboh Rs Medistra Disebut Rasis Larang Jilbab, Surat Protes Dokter Diani Kartini Tersebar.
| Sienna Lepas Hijab, Ben Kasyafani Bantah Marshanda Jadi Penyebab, Singgung Perubahan Zaman |
|
|---|
| Marshanda Buka Suara soal Keputusan Anak Lepas Hijab: Itu Di Luar Pengaruh dan Kuasa Saya |
|
|---|
| 45 Ucapan Hari Perawat Nasional 17 Maret 2026, Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan di Indonesia |
|
|---|
| Tanggal 1 Februari 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Hijab dan Hari Aspergillosis Sedunia |
|
|---|
| PN Serang Vonis Denda Bos Apotek Gama Rp1,2 Miliar, Gegara Jual Obat Tanpa Resep Dokter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Gedung-RS-Medistra-di-Jakarta-Selatan.jpg)