Kunjungan Paus Fransiskus

GRATIS Ini Jadwal dan Cara Dapatkan Tiket Gelang Misa Agung Paus Fransiskus di GBK

Berikut ini jadwal dan cara mengikuti misa agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta.

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Jadwal dan cara mengikuti misa agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini jadwal dan cara mengikuti misa agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta.

Misa agung Paus Fransiskus dijadwalkan akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (5/9/2024).

Jemaat yang ingin mengikuti misa agung Paus Fransiskus cukup membawa tiket gelelang yang telah diberikan penyelenggara untuk bisa masuk ke area ibadah.

Lantas bagaimana mendapatkan tiket gelang misa agung Paus Fransiskus?

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Toyota Innova Zenix Hybrid, Mobil yang Ditumpangi Paus Fransiskus

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus, Thomas Ulun Ismoyo mengatakan, umat Katolik yang ingin mengikuti misa agung dapat bertanya ke pihak resmi gereja yaitu keuskupan masing-masing wilayah.

Menurutnya, panitia atau Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sudah membagikan undangan kepada keuskupan, organisasi, dan sekolah untuk hadir dalam acara misa akbar tersebut.

"Koordinasi undangan sejak akhir Mei 2024," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/8/2024). 

Sebagai informasi, ada 40 keuskupan di seluruh wilayah Indonesia.

Jadwal dan cara mengikuti misa agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta.
Jadwal dan cara mengikuti misa agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta. (Tribunnews.com)

Pihak panitia sudah memberikan undangan tersebut dalam bentuk tiket. 

Umat Katolik yang mendapat tiket tersebut dapat mengikuti misa agung bersama Paus Fransiskus secara gratis. 

"Undangan nanti diberikan dalam bentuk tiket berupa gelang wristband," ungkap Thomas. 

Sejauh ini, puluhan keuskupan, organisasi, dan sekolah sudah menjawab undangan yang dikirimkan pada Juni 2024. 

Nantinya, sebanyak 470 pastur akan bertugas sebagai pembagi komuni di Stadion Utama GBK.

Ada pula 232 pastur lain yang bertugas membagi komuni untuk jemaat di Stadion Madya GBK.

Profil Paus Fransiskus

Paus Fransiskus memiliki nama asli yakni Jorge Mario Bergoglio.

Ia merupakan paus ke-266 Gereja Katolik Roma, yang terpilih pada 2013 lalu setelah Paus Benediktus XVI pensiun. 

Dikutip dari The New York Times, ia adalah Paus non-Eropa pertama dalam lebih dari 1.200 tahun dan anggota pertama ordo Jesuit yang memimpin gereja.

Paus Fransiskus lahir pada 17 Desember 1936, ia adalah orang Argentina keturunan Italia.

Paus Fransiskus pernah menjadi Uskup Agung Buenos Aires untuk periode 1998 sampai 2012 sebelum dirinya terpilih jadi menjadi paus.

Mengutip TribunJogja.com, pada audiensi pertama tanggal 16 Maret 2013, Paus Fransiskus mengatakan dia memilih nama Fransiskus untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi, sekaligus karena dia sangat memperhatikan kesejahteraan orang miskin.

Bergoglio sebelumnya mengungkapkan rasa kagumnya pada Santo Fransiskus dari Assisi.

Ia menjelaskan bahwa "Dia membawa ke dalam agama Kristen sebuah gagasan tentang kemiskinan melawan kemewahan, kesombongan, kesombongan kekuatan sipil dan gerejawi saat itu. Dia mengubah sejarah.”

Pada hari pemilihannya, Vatikan mengklarifikasi bahwa nama resmi kepausannya adalah "Fransiskus", dan bukan "Fransiskus I". Tidak ada nomor regnal yang digunakan untuknya. 

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan, namanya akan menjadi Fransiskus I jika dan ketika ada Fransiskus II.

Sementara itu, TribunJakarta.com sebelumnya menuliskan Bergoglio adalah anak pertama dari lima bersaudara.

Dari latar belakang akademisnya, ia adalah pemegang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires.

Alih-alih meneruskan keahliannya itu, ia memilih bergabung ke seminari di Villa Devoto dan masuk ke Serikat Jesus pada 1958.

Ia juga memegang gelar di bidang filsafat dari Colegio Maximo San Jose di San Miguel, Bergoglio. 

Ia sempat mengajar studi literatur dan psikologi di Colegio de la Inmaculada di Santa Fe, Buenos Aires.

Sesudah itu, dia belajar filsafat dan teologi di Faculty of San Miguel. Dia kemudian mengajar di seminari ini sampai mendapat gelar profesor.

Ia menjadi pelayanan gereja dimulai pada 1973. Pada 1980, dia menjadi rektor seminari San Miguel hingga 1986. Gelar doktoralnya diraih di Jerman.

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved