Penculikan Anak di Banten

Jasad Bocah asal Cilegon Masih Diautopsi di RS Bhayangkara

Jasad Aqilatunnisa Prisca Herlan, bocah asal Cilegon yang ditemukan tewas di Lebak, masih diautopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banten.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Rumah korban penculikan dan pembunuhan di Kota Cilegon. Jasad Aqilatunnisa Prisca Herlan, bocah asal Cilegon yang ditemukan tewas di Lebak, masih diautopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banten. Sebelum ditemukan tewas, anak perempuan berusia 5 tahun itu dikabarkan hilang dari kediamannya. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Jasad Aqilatunnisa Prisca Herlan, bocah asal Cilegon yang ditemukan tewas di Lebak, masih diautopsi di  Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banten.

Sebelum ditemukan tewas, anak perempuan berusia 5 tahun itu dikabarkan hilang dari kediamannya. 

Bocah malang itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Kamis (19/9/2024) pagi, di pesisir pantai Cihara, Kabupaten Lebak.

Kanit II Reskrim Polres Cilegon, IPTU Yogi Fahrizal mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap penemuan jenazah yang diduga Aqilatunnisa Prisca Herlan.

"Saya dengan ayah korban menuju rumah sakit Bhayangkara, posisi korban masih dilakukan autopsi di RS Bhayangkara," ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (19/9/2024).

Meski berdasarkan ciri-ciri, kata dia, jenazah yang ditemukan di pesisir pantai di daerah Lebak itu mirip Aqilatunnisa.

Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah jenazah yang ditemukan itu benar Aqilatunnisa atau bukan.

Sebab, hingga saat ini pihak keluarga korban belum melihat secara langsung.

Baca juga: Kronologi Bocah di Cilegon Diduga Jadi Korban Penculikan Hingga Ditemukan Tewas di Pantai di Lebak

"Orang tua masih dalam perjalanan dari Cilegon, karena kebetulan hari ini ibu korban sedang melahirkan," katanya.

Saat ini, kata dia, pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah yang diduga Aqilatunnisa.

Namun pihaknya belum bisa memastikan, apakah korban benar Aqilatunnisa bocah asal Cilegon yang sempat dikabarkan.

"Kita belum bisa memastikan, kalau lihat ciri-ciri pakaian sama, hanya kalau secara fisik belum bisa dipastikan karena belum melihat langsung," tambahnya.

Sementara itu, Seorang warga yang merupakan tetangga korban, Arif mengatakan, sebelum korban ditemukan meninggal.

Korban sempat dikabarkan hilang di dalam kamar kontrakan.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (17/9/2024) siang, saat korban ditinggal sendirian di rumahnya. 

"Kejadian sekitar jam 1 siang, posisi si ibu lagi jemput suaminya untuk makan siang dan si anak berada di dalam rumah," ujarnya saat ditemui di rumah korban, Kamis (19/9/2024). 

Pada saat kejadian, Arif menyebut di dalam rumah korban saat itu hanya ada si korban dengan kondisi rumah terkunci. 

Posisi korban, kata dia, saat itu sedang bermain dan menggambar di kamar rumahnya. 

"Tidak lama setelah ibunya pergi sekitar 5 hingga 10 menit si ibunya balik, ketika si ibunya balik, posisi si anak sudah tidak ada di dalam kamar," ungkapnya.

Melihat si ibu korban panik, ketika mengetahui anaknya tidak ada di dalam rumah. 

Istri Arif yang posisi sedang sakit di dalam rumah, tepat di samping rumah korban mendapat kabar.

Bahwasanya si ibu korban kehilangan anaknya, yang dia tinggal di dalam rumah. 

Arif mengaku tidak mengetahui insiden si anak bisa hilang dari kamarnya. 

Namun diduga korban hilang karena diculik oleh orang yang tidak dikenal. 

Baca juga: 5 Wisata Pantai Keren di Lebak Banten Ini Cocok Buat Piknik saat Long Weekend

"Diduga ada yang masuk, (mungkin diculik,-red) karena termasuk rapih, soalnya pintu ditutup lagi," jelasnya. 

Bahkan, kata dia, posisi korban keluar rumah sudah membawa sandal yang ada di depan rumahnya dengan posisi pintu rumah tertutup rapi. 

"Atm sama uang ngga diambil, (korban,-red) hanya bawa handphone ibunya," jelasnya. 

Pada saat kejadian, Arif menyebut handphone yang dibawa korban sempat bisa dilacak.

Di mana saat itu, posisi handphone korban berada di daerah Jombang.

"Di lacak GPS nya sempat berada di daerah Jombang, tidak lama setelah itu GPS nya hilang," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved