PROFIL Hasan Basri, Santri yang Kembali Jabat Pimpinan DPRD Kota Serang

DPRD Kota Serang mengajukan empat nama calon pimpinan DPRD Kota Serang periode 2024-2029, ke Penjabat (Pj) Gubernur Banten untuk dilantik.

Penulis: Ade Feri | Editor: Glery Lazuardi
ade feri
Pimpinan DPRD Kota Serang periode 2024-2029 Hasan Basri. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - DPRD Kota Serang mengajukan empat nama calon pimpinan DPRD Kota Serang periode 2024-2029, ke Penjabat (Pj) Gubernur Banten untuk dilantik. 

Nama-nama itu diajukan setelah DPRD Kota Serang melakukan rapat paripurna tentang perubahan jadwal agenda DPRD dan pengumuman penetapan unsur pimpinan DPRD Kota Serang periode 2024-2029. 

Satu di antara empat pimpinan tersebut ialah politisi dari Partai Keadilan Sosial (PKS) yakni Hasan Basri.

 Hasan Basri akan kembali menduduki posisi sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Serang, setelah sebelumnya pada periode 2019-2024 juga menduduki posisi tersebut. 

Ketua DPD PKS Kota Serang ini merupakan anggota legislatif yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Serang, yang meliputi kelurahan Unyur, Kaligandu, Terondol, Sumur Pecung, Lopang, dan Sukawana.

Pria kelahiran Pandeglang, 21 Juni 1973 ini berhasil duduk kembali di kursi parlemen untuk periode kedua, setelah mendapat perolehan sebesar 2.662 suara.

Pada masa kecilnya, Hasan Basri, hidup di pondok pesantren (Ponpes) tradisional (kobong). 

Ia mulai menjadi santri sejak duduk di Sekolah Dasar (SD). 

Saat itu Hasan Basri kecil sudah aktif mengaji di Ponpes Salafiyah Nurul Huda, asuhan KH. Kholil di Kadulisung, Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: 4 Nama Pimpinan DPRD Kota Serang 2024-2029 Beserta Daftar Harta Kekayaannya di LHKPN

Di ponpes tersebut, ia terus menggali ilmu keagamaan hingga menyelesaikan pendidikanya di Madrasah Tsanawiyah (MTs). 

Menjadi seorang santri ternyata mengasah kepekaan dirinya terhadap masalah sosial. 

Sehingga ketika kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten (sekarang UIN), ia menjadi seorang aktivis di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Banten.

Selain itu, Hasan Basri juga pernah menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi inisiator pembentukan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) pada masa reformasi (tahun 1997-1998).

Kemudian, setelah lulus menjadi seorang sarjana, Hasan Basri bersama sahabatnya mengelola Yayasan Al-Izzah Serang yang merupakan sebuah yayasan yang bergerak di dunia pendidikan. Selain itu, ia juga terjun ke dunia politik.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved