Berdalih Lindungi Israel, Amerika Kembali Bombardir Yaman, Wilayah Ini Jadi Target Serangan

Pasukan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali memborbardir wilayah Yaman dengan dalih melindungi Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abdul Rosid
via Tribunnews
Pasukan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali memborbardir wilayah Yaman dengan dalih melindungi Israel. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasukan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali memborbardir wilayah Yaman.

Serangan yang diluncurkan Amerika menyasar situ-situ penting di wilayah Yaman.

Dalam sebuah posting di X, Komando Pusat mengatakan serangan itu terjadi sekitar pukul 14.00 GMT.

Baca juga: Ayah Penjual Bayinya Rp15 Juta di Tangerang Banten Terancam 15 Tahun Penjara

CENTCOM, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah mengatakan, setidaknya ada belasan situs penting Yaman yang dikuasai Houthi telah berhasil dihancurkan dalam serangan udara ini.

Hal itu dibenarkan oleh Al Masirah, media Houthi yang menyebut AS telah melakukan serangan brutal ke wilayah Yaman dengan menargetkan bandara di Hodeida, kota pelabuhan utama, dan wilayah Katheib, yang memiliki pangkalan militer yang dikuasai Houthi.

AS juga turut melontarkan empat serangan di wilayah Seiyana Sanaa, ibu kota, serta dua serangan lainnya menghantam Provinsi Dhamar.

Sementara tiga serangan udara terjadi di provinsi Bayda hingga tenggara Sanaa.

Al Masirah tidak merinci apakah ada korban jiwa dalam serangan itu. Namun pihaknya mengatakan Inggris juga ikut berpartisipasi dalam serangan udara bersama AS.


Tak tanggung-tanggung, Militer AS bahkan turut menerjunkan kapal perang dan pesawat canggihnya untuk membombardir wilayah Yaman yang disinyalir sebagai markas kelompok Houthi yang didukung Iran.

Serangan AS Berdalih Lindungi Israel

Mengutip dari The Times of Israel, Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Houthi mengancam akan meningkatkan operasi militer yang menargetkan Israel.

AS berdalih serangannya itu dilakukan untuk melindungi Israel dari ancaman milisi Houthi Yaman, serta memberikan kebebasan navigasi para pengapal di wilayah Laut Timur Tengah.

Mengingat sejak  November, Houthi telah meluncurkan serangan ke sekitar 100 kapal di Laut Merah, dan menenggelamkan dua kapal yang terafiliasi dengan AS, Inggris dan Israel.

Selain menyerang kapal, Houthi telah menargetkan Israel secara langsung dengan rudal dan pesawat tak berawak, termasuk sejumlah serangan pesawat tak berawak baru-baru ini yang menargetkan pusat negara tersebut.

Pejabat Houthi beranggapan blokade dan penyerangan yang mereka lakukan adalah bentuk protes atas agresi Israel di Gaza, Palestina yang telah menewaskan lebih dari 34.000 jiwa. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved