Daftar Proyek di Banten yang Diresmikan Presiden Joko Widodo, Ada Kampus Negeri Ternama
Joko Widodo menjabat sebagai Presiden selama dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024.
TRIBUNBANTEN.COM - Masa jabatan Joko Widodo sebagai Presiden akan berakhir pada 20 Oktober 2024.
Joko Widodo menjabat sebagai Presiden selama dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024.
Saat menjabat sebagai Presiden pada periode pertama, Joko Widodo berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Baca juga: Dukung Hilirisasi, PLN Siapkan Listrik Andal untuk Smelter Freeport yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kemudian pada periode berikutnya, KH Maruf Amin yang mendampingi Joko Widodo sebagai Presiden.
Selama menjabat sebagai Presiden dua periode, Joko Widodo sudah mengunjungi Provinsi Banten untuk meresmikan sejumlah infrastruktur, termasuk kampus negeri ternama.
Berikut ini daftar pembangunan di Provinsi Banten yang diresmikan Presiden Joko Widodo:
- Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)
Presiden Joko Widodo meresmikan kampus Untirta yang berada di Sindangsari, Kabupaten Serang, Kamis (4/3/2021).
Jokowi didampingi Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wagub Banten Andika Hazrumy, tiba di kampus Untirta Sindangsari pukul 15.00.
Rektor Untirta Prof Fatah Sulaeman dan jajaran kampus menyambut rombongan.
Mengutip untirta.ac.id, Jokowi mengatakan pembangunan kampus baru Untirta jangan hanya dilihat secara fisik, tetapi perlunya semangat baru untuk memajukan pendidikan tinggi, khususnya di Provinsi Banten.
“Memacu kita semuanya untuk berkonsentrasi kepada persiapan menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit antarnegara,” ujarnya.
Baca juga: Pesona Wajah Baru Terminal Pakupatan setelah Diresmikan Jokowi, Denyut Nadi Perekonomian Banten
Menurut Presiden, Untirta sebagai perguruan tinggi di Banten mewarisi nilai-nilai keteladanan dari dua sosok pergerakan, yakni Sultan Ageng Tirtayasa dan Syekh Nawawi Al Bantani.
“Simbol perpaduan kekuatan ulama dan umaro yang mewakili karakter kepemimpinan dan intelektual,” ucap jokowi.
Dia juga menekankan nilai keteladanan tersebut harus dimplementasikan dalam Tri Darma perguruan tinggi agar Untirta dapat mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Jokowi mengapresiasi konsistensi kampus dalam menerapkan konsep smart n green university secara nyata.
Selain itu, juga bersedia memberikan bantuan guna pembangunan embung air di Untirta.
“Langsung saya jawab iya, saya langsung perintahkan Kementerian PUPR. Kalau bisa tahun ini, paling lambat tahun depan,” ujarnya.
Jokowi berpesan dengan potensi yang dimiliki, Untirta harus berperan sebagai pelopor lompatan kemajuan mengembangkan inovasi dan kreativitas.
Sebagai perguruan tinggi, Untirta juga diharapkan menjadi menara air, di mana hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan kampus bisa dirasakan oleh masyarakat.
Fatah Sulaeman mengatakan pembangunan kampus Untirta Sindangsari didanai Islam Development Bank.
“Biayanya mencapai 56,9 juta dolar AS dan dibangunkan 12 gedung plus additional work pembangunan gedung student centre,” ucapnya.
Menurut Fatah, pembangunan kampus baru ini sejalan dengan fokus program Presiden, yaitu pengembangan sumber daya manusia.
Baca juga: Sejarah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta yang Didirikan pada 1 Oktober 1980
“Untirta siap membantu menyukseskan program Pak Presiden dalam membangun sumber daya manusia yang siap berkompetisi, berdaya saing secara global, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sigap, serta siap untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.
2. Terminal Pakupatan Serang
Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten, Senin (8/1/2024).
Dia bersyukur pergerakan penumpang di Terminal Tipe A yang sudah ada sejak 1995 masih ramai, menunjukkan orang masih menggunakan transportasi umum.
"Saya sangat senang sekali, terminal di Pakupatan ini ramai, 400 bus setiap hari," kata Jokowi dalam sambutan.
Kendati demikian, Jokowi mengharapkan jumlah bus dan penumpang di Terminal Pakupatan Serang meningkat karena sudah direvitalisasi menggunakan konsep modern dan fasilitas.
"Jumlah busnya tambah, jumlah penumpangnya tambah, menunjukkan bahwa orang menggunakan transportasi umum, transportasi massal semakin banyak. Itu yang kita harapkan," ujar Jokowi.
Terminal juga dapat dijadikan lokasi buat para pelaku UMKM, khususnya di Banten untuk menjajakan dan menjual prodak-prodak unggulan.
"Kemudian mendorong usaha-usaha kecil, usaha-usaha menengah untuk bisa mendagangkan produknya di terminal yang kita miliki," ucapnya.
3. Tol Serang-Panimbang
Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Serang-Panimbang seksi I ruas Serang-Rangkasbitung di Provinsi Banten, Selasa (16/11/2021) pagi.
Jokowi menyampaikan, pentingnya infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, pada pagi ini, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi I ruas Serang-Rangkasbitung telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan."
"Kemudahan konektivitas merupakan faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Saya yakin ini menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, terutama di sekitar jalan tol di Kabupaten Lebak dan Pandeglang," katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (16/11/2021).
Dalam sambutan, Jokowi juga menyampaikan terkait infrastruktur yang dibangun di Indonesia merupakan fondasi bagi negara.
"Infrastruktur adalah fondasi bagi negara kita untuk bersaing dengan negara lain," ucapnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Karian yang berada di Kabupaten Lebak serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sitanala kapasitas 500 liter perdetik di Kota Tangerang.
Peresmian dilakukan di Lokasi Bendungan Karian, Lebak, Banten, Senin (8/1/2024).
Baca juga: Mengenal Bendungan Karian, Bendungan Terbesar Ketiga di Indonesia Terletak di Lebak Banten
Presiden Jokowi menyebut bendungan yang memiliki daya tampung sebesar 315 juta meter kubik dengan luas genangan 1.773 hektare tersebut mampu memberikan sejumlah manfaat kepada masyarakat di wilayah Banten dan sekitarnya.
“Ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat di Provinsi Banten serta di DKI Jakarta dan sebagian kecil di Provinsi Jawa Barat. Yang pertama, bendungan ini akan memberikan manfaat irigasi bagi 22 ribu hektare sawah,” kata Presiden.
Di samping itu, Kepala Negara menilai kehadiran salah satu bendungan terbesar di Indonesia itu juga dapat memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat.
Tidak hanya Provinsi Banten, Presiden menyebut bahwa manfaat tersebut juga dapat dirasakan oleh masyarakat di Jakarta hingga Kabupaten Bogor.
Bendungan Karian ini juga akan bisa memenuhi kebutuhan air baku sebesar 10,6 meter kubik perdetik bagi masyarakat di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.
"Serta di Jakarta bagian barat dan juga Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Menurut Presiden, Bendungan Karian yang telah dibangun sejak tahun 2015 dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 2,2 triliun tersebut juga memiliki manfaat sebagai pengendali banjir di Kabupaten Serang dan Kecamatan Rangkasbitung.
“Yang keempat, juga bendungan ini berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang menghasilkan listrik 1,8 megawatt,” ucapnya.
Mengutip Kompas.com, berikut sejumlah daftar proyek infrastruktur yang dibangun di Provinsi Banten:
- Jalan Tol Kunciran-Serpong
- Tol Cengkareng-Kunciran
- Tol Serang-Panimbang Seksi 1
- Bendungan Sindangheula
- Rumah Susun (Rusun) ASN Kementerian PUPR Banten
- Rusun Ponpes An Nawawi Tanara 1
- Rusun Ponpes An Nawawi Tanara 2
- Gedung Olahraga (GOR) Tanara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/presiden-jokowi-meresmikan-bendungan-sindang-heula-2.jpg)