Banten Tiga Kali Diguncang Gempa Bumi dalam Sehari, Pusatnya di Pandeglang

Wilayah Provinsi Banten diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam sehari pada Selasa (21/4/2026). 

Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Wilayah Provinsi Banten diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam sehari pada Selasa (21/4/2026).  

TRIBUNBANTEN.COM - Wilayah Provinsi Banten diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam sehari pada Selasa (21/4/2026). 

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh gempa tersebut berpusat di wilayah perairan sekitar Kabupaten Pandeglang.

Gempa pertama terjadi pada pukul 12.58 WIB dengan magnitudo 2,7. Episenter gempa berada di koordinat 6,34 Lintang Selatan dan 105,51 Bujur Timur, atau sekitar 36 kilometer barat Labuan, Banten. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer.

Selang beberapa jam, gempa kedua kembali terjadi pada pukul 17.18 WIB dengan magnitudo lebih kecil, yakni 2,1. 

Baca juga: Sekwan DPRD Banten Terima Aspirasi Pedemo Musa Terkait Dugaan Penistaan Agama: Siap Buat Laporan

Lokasi gempa berada di koordinat 6,34 LS dan 105,50 BT, sekitar 37 kilometer utara Sumur, Banten, dengan kedalaman 4 kilometer.

Sementara itu, gempa ketiga terjadi pada pukul 18.03 WIB dengan magnitudo 2,8. 

Titik gempa berada di koordinat 6,97 LS dan 105,03 BT, atau sekitar 69 kilometer barat daya Sumur, Banten. Kedalaman gempa ini mencapai 18 kilometer.

BMKG menyampaikan bahwa informasi gempa tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga data yang disajikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.

Doa yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa

Dalam situasi gempa bumi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah sebagai berikut:

Teks doa (Latin):

Allahumma inni as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bih. Wa a‘udzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa arsalta bih.

Terjemahan:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan atas apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan atas apa yang Engkau kirimkan.”

Doa tersebut tidak hanya dianjurkan saat gempa bumi, tetapi juga ketika menghadapi bencana alam lainnya seperti angin topan, banjir, maupun longsor.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved