Kabar Dunia

Hizbullah Akui Serang Rumah PM Israel Netanyahu Pakai Drone

Hizbullah telah mengaku bertanggung jawab atas serangan drone yang menargetkan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kota Caesarea.

Editor: Ahmad Haris
Kolase Tribun Banten/Ist
Rumah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diserang drone Hizbullah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kota Caesarea, Israel diserang oleh drone pada hari Sabtu (19/10/2024), lalu.

Hizbullah mengakui bila pihaknya bertanggung jawab atas serangan drone di rumah Netanyahu tersebut. 

Klaim tersebut diungkapkan oleh juru bicara Hizbullah Mohammed Afif saat konferensi pers di pinggiran selatan Beirut.

Baca juga: Serangan Israel Hantam Apartemen di Lebanon, 18 Orang Dikabarkan Tewas

“Perlawanan Islam mengklaim bertanggung jawab atas operasi Caesarea dan penargetan rumah Netanyahu,” kata Afif, dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, juru bicara Netanyahu mengatakan salah satu dari tiga pesawat tak berawak yang diluncurkan dari Lebanon menghantam kediaman Netanyahu di kota Caesarea pada hari Sabtu.

Namun ia mengatakan bahwa saat serangan itu diluncurkan, Netanyahu tidak berada di sekitar lokasi dan tidak ada korban jiwa.

Meski tak ada di rumah, Netanyahu menuduh Hizbullah berusaha membunuhnya dan istrinya dalam serangan drone tersebut.

 

 

“Para perwakilan Iran yang hari ini mencoba membunuh saya dan istri saya telah melakukan kesalahan besar,” kata Netanyahu sesaat setelah serangan drone.

Setelah adanya serangan tersebut, polisi Israel segera menutup jalan-jalan di sekitar lingkungan yang menjadi sasaran, dikutip dari Palestine Chronicle.

Mereka juga mencegah media mendekati area tersebut, sementara militer dan layanan darurat bergegas ke tempat kejadian untuk menilai kerusakan.

Menurut media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth dan Walla, pesawat tak berawak itu terbang sekitar 70 kilometer dari Lebanon sebelum langsung menghantam rumah Netanyahu. 

Meskipun helikopter militer Israel sempat mendeteksi drone tersebut, namun pertahanan udara gagal mencegatnya.

Sehingga memungkinkan pesawat itu menyerang sasarannya dengan akurasi yang menghancurkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved