Jack Smith, Penasihat Khusus AS yang Terancam Dipecat setelah Donald Trump Menjabat
Nama Jack Smith viral hanya beberapa saat setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat 2024-2028.
TRIBUNBANTEN.COM - Nama Jack Smith viral hanya beberapa saat setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat 2024-2028.
Siapa Jack Smith?
Jack Smith adalah Penasihat Khusus Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Dia menjabat sebagai Penasihat Khusus sejak 2022.
Pria berusia 55 tahun itu menempuh Pendidikan di Sekolah Hukum Harvard pada 1994.
Baca juga: Sebelum Donald Trump Mengambil Alih Presiden AS, Joe Biden Buru-buru Beri Bantuan Militer ke Ukraina
Jika Donald Trump resmi terpilih dan kembali ke Gedung Putih, pada hari pertama ia berjanji untuk memecat Jack Smith, penasihat khusus yang telah mengajukan dua kasus federal terhadapnya, dalam waktu dua detik.
"Kami mendapat kekebalan di Mahkamah Agung. Sangat mudah. Saya akan memecatnya dalam waktu dua detik," kata Trump dalam panggilan telepon ke Hugh Hewitt Show pada 24 Oktober 2024.
Menurut dia, Jack Smith akan menjadi salah satu orang pertama yang akan ditindak.
Evaluasi Cara Akhiri Dua Kasus Federal
Seperti dilansir dari VOAIndonesia, penasihat khusus Departemen Kehakiman AS, Jack Smith, sedang mengevaluasi cara mengakhiri dua kasus federal yang menjerat Donald Trump sebelum ia mulai menjabat, mengingat kebijakan lama Departemen Kehakiman yang menyatakan bahwa presiden yang sedang menjabat tidak dapat dituntut, kata seseorang yang mengetahui masalah itu pada Rabu (6/11).
Smith mendakwa Trump tahun lalu dengan tuduhan merencanakan pembatalan hasil pemilihan presiden 2020 dan secara ilegal menimbun dokumen rahasia di kediamannya di Mar-a-Lago.
Tetapi dengan kemenangan Trump dalam pemilu, artinya Departemen Kehakiman percaya ia tidak dapat lagi menghadapi tuntutan hukum sesuai dengan opini hukum selama puluhan tahun di departemen itu yang dimaksudkan untuk melindungi presiden dari tuntutan pidana semasa menjabat.
Sumber yang mengetahui rencana Smith itu tidak berwenang untuk membahas masalah tersebut secara langsung dan ia berbicara kepada kantor berita The Associated Press dengan syarat anonim.
Baca juga: Donald Trump Terpilih Jadi AS Lagi, Warga Palestina di Gaza Pesimis Perang Berakhir
Dengan mengakhiri kasus-kasus itu sebelum pelantikan presiden pada bulan Januari, Smith dan Departemen Kehakiman akan mencegah kemungkinan pertikaian dengan Trump.
Presiden terpilih itu mengatakan bulan lalu bahwa ia akan memecat Smith, yang diangkat pada November 2023 oleh Jaksa Agung Merrick Garland, “dalam dua detik” setelah ia menjabat.
Dua kasus Smith itu mendakwa Trump melakukan konspirasi untuk membatalkan hasil pemilu menjelang kerusuhan di gedung parlemen Capitol, dan menyimpan dokumen sangat rahasia di kediaman milik Trump di Mar-a-Lago, Florida, serta menghadapi upaya FBI untuk mendapatkan dokumen itu lagi.
Kasus dokumen rahasia itu telah terhenti sejak Juli ketika hakim yang diangkat Trump, Aileen Cannon, menolaknya dengan alasan bahwa Smith diangkat secara ilegal. Smith telah mengajukan banding ke Pengadilan Banding di Atlanta, di mana permohonan itu masih tertunda.
Dalam kasus campur tangan pemilu 2020, Trump dijadwalkan mulai diadili pada Maret di Washington, di mana lebih dari 1.000 pendukungnya telah divonis bersalah atas dakwaan terkait peran mereka dalam kerusuhan di Capitol.
Tetapi kasus ini terhenti karena Trump mengupayakan klaim kekebalan hukum yang luas dari tuntutan hukum, yang pada akhirnya membawa kasus itu kini di Mahkamah Agung AS.
Trump mungkin menjadi lebih berani dengan putusan Mahkamah Agung pada Juli lalu, yang memberi kekebalan hukum yang luas dari tuntutan hukuman kepada mantan presiden itu atas tindakan yang diambil sewaktu sedang menjabat dan secara eksplisit melarang setiap dugaan tindakan yang melibatkan pembahasan yang dilakukan Trump dengan Departemen Kehakiman.
Hal tersebut mencakup upayanya menggunakan departemen itu untuk melakukan investigasi penipuan pemilu sebagai bagian dari upayanya untuk tetap berkuasa.
Baca juga: HASIL Pilpres AS 2024: Donald Trump Jadi Presiden, China Siap Hadapi Perang Dagang Lawan Amerika
Mahkamah Agung yang mayoritas hakimnya konservatif mengirim kasus itu kembali ke Hakim Distrik AS Tanya Chutkan untuk memutuskan apa tuduhan lainnya dalam dakwaan tersebut, kalau ada, yang dapat diajukan ke pengadilan.
Sebagai tanggapan, tim Smith bulan lalu mengajukan ringkasan setebal 165 halaman yang memaparkan bukti baru untuk meyakinkan hakim bahwa tindakan yang dituduhkan dalam dakwaan tersebut dilakukan dalam kapasitas pribadi Trump sebagai kandidat – bukannya panglima tertinggi – dan karena itu dapat tetap menjadi bagian dari kasus itu.
Para pengacara Trump dijadwalkan mengajukan tanggapan mereka akhir bulan ini.
Apa pun putusan Chutkan diperkirakan akan menghadapi banding lagi hingga ke Mahkamah Agung, yang berarti kemungkinan persidangannya akan berlangsung dalam kurun waktu satu tahun lagi atau lebih
| Konflik Amerika Serikat-Israel Terhadap Iran, 18 Penerbangan di Bandara Soetta ke Timur Tengah Batal |
|
|---|
| 26 Februari 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Momen Penting, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Kronologi Penyerangan di Kawasan Gedung Putih, Dua Anggota Garda Nasional Tewat Ditembak OTK |
|
|---|
| Kala Trump Kembali Puji Prabowo di Depan 25 Kepala Negara Besar Dunia |
|
|---|
| Dihadiri Prabowo, Trump Sebut KTT Perdamaian Gaza Jadi Simbol Penutup Potensi Perang Dunia III |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-Terbaru-Jack-Smith.jpg)