Dishub Lebak Buka Suara Soal PJU di Sekitar Alun-alun Rangkasbitung Padam
Dinas Perhubungan Lebak buka suara terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar Alun-alun Rangkasbitung yang padam, pada Selasa (3/12/24).
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN LEBAK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak buka suara terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar Alun-alun Rangkasbitung yang padam, pada Selasa (3/12/24) malam.
Kasi Penerangan Jalan Umum (PJU) pada Dishub Lebak, Ewen Suhendar mengatakan, padamnya lampu PJU yang berada di sekitar Alun-alun dikarenakan faktor hujan.
Sehingga, kabel kelistrikan PJU yang berada di dalam tanah mengalami konslet sekira pukul 22.00 WIB.
Baca juga: Warga Keluhkan PJU di Alun-alun Rangkasbitung Lebak Padam
"Mungkin akibat hujan dari kemarin, dan kabel di bawah konslet terendam. Karena pukul 18.00 WIB itu masih nyala PJUnya," katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/12/24).
Selain faktor hujan, lanjut dia, kodisi kabel PJU yang ada sekitar Alun-alun juga sudah berlangsung lama tidak direhab.
"Itu dibangun tahun 2005, jadi banyak sambungan kabel yang harusnya sudah di rehab kabel-kabelnya itu," katanya.
"Dan itu bukan di alun-alun saja, tapi di Multatuli juga sama padam," sambungnya.
Ia mangaku, Dishub Lebak selaku melakukan patroli PJU di jalan-jalan tertentu seperti di Alun-alun dan jalan Multatuli.
"Artinya dengan upaya kita, PJU di alun-alun selalu kita akalin biar menyala," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, padam pada, Selasa (2/12/24) malam.
Pantauan TribunBanten.com, kondisi Alun-alun tampak gelap, tanpa adanya penerangan PJU.
Salah seorang warga, Arlan, mengaku miris melihat Alun-alun gelap tanpa adanya penerangan PJU.
Padahal, lokasinya berada di tengah perkotaan, yang sangat dekat dengan kantor Bupati Lebak dan DPRD Lebak.
"Artinya sangat tidak pantas kalau gelap kaya gini, karena bersebelahan sama kantor bupati dan DPRD," katanya, saat ditemui TribunBanten.com di Alun-alun Rangkasbitung.
"Kamarin kan baru saja HUT Lebak, masa iya lampu PJU padam dibiarkan, kan sangat tidak elok," sambungnya.
Menurutnya, jika hal ini terus menerus dibiarkan oleh Pemkab Lebak, khawatir dapat membayangkan dan terjadi hal-hal tidak diinginkan.
"Pasti kalau gelap kaya gini kan semua orang pada takut kalau lewat."
"Tambah lagi takut ada yang memanfaatkan situasi jadi tempat pacaran atau mesum," ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Pemkab Lebak, untuk segera memperbaiki PJU yang mati di sekitaran Alun-alun.
"Saya harap ini harus segera diperbaiki dan direspon, karena kurang pantas keliatannya juga," ucapnya.
Warga lainnya, Ahmad Ilham, pengendara roda dua saat ditemui di Alun-alun mengatakan bahwa, kurang pantas di tengah perkotaan tidak ada penerangan PJU.
"Posisinya kan Alun-alun adanya di tengah kota, bersebelahan dengan kantor bupati dan DPRD, sangat kurang pantas juga saya rasa (jika JPU padam)," katanya.
Menurutnya, Alun-alun dengan kondisi gelap seperti ini, terlihat seperti berada di perkampungan.
"Kaya di kampung saja, kalau gelap kaya gini."
"Saya harap Pemkab Lebak bisa secepatnya memperbaiki, karena takut terjadi apa kepada masyarakat," ujarnya.
| Sekda Dorong Manajemen Talenta, Akhiri Praktik “Orang Dekat” di ASN Pemkab Serang |
|
|---|
| FKPN Soroti Dugaan Kepentingan Oligarki dalam Perubahan RTRW Serang Utara |
|
|---|
| Bapenda Serang Waspadai Kebocoran Pajak Sektor Galian, Meski Capaian Triwulan I Sudah Surplus |
|
|---|
| Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Cikande Serang, Pelaku Utama Kabur saat Penggerebekan Kini Masuk DPO |
|
|---|
| Mendes Yandri Rogoh Kocek Pribadi Rp200 Juta, untuk Festival Guru se-Kabupaten Serang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Perhubungan-Kabupaten-Lebak-1.jpg)