Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember, Hati-hati Ditumpangi Kepentingan Politik

Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. 10 Desember jatuh pada Hari Selasa.

Editor: Glery Lazuardi
artikelpendidikan.id
Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. 10 Desember jatuh pada Hari Selasa. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia.

10 Desember jatuh pada Hari Selasa.

Tanggal 10 Desember 2024 bertepatan dengan peringatan Hari HAM Sedunia atau Human Rights Day. 

Setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda-beda. 

Baca juga: Kick Off Hari HAM Sedunia, Menkumham: Pentingnya Pilkada Ramah Hak Asasi Manusia

Melansir Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, tahun ini mengusung tema “Hak-hak kita, masa depan kita, saat ini,”. 

Tema ini dipilih agar tahun ini berfokus pada hak banyak orang yang terus diperjuangkan demi terciptanya masa depan dunia yang berkembang. 

HAM bisa mendorong perdamaian dan stabilitas dengan menetapkan, mengakui, dan mematuhi seperangkat nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. 

Aksi Hari HAM 10 Desember

Peneliti CIE Muhammad Chaerul meminta semua pihak agar tidak terprovokasi dan mewaspadai adanya gerakan aksi peringatan Hari HAM Sedunia.

Kata dia, gerakan demo hari HAM itu berpotensi ditunggangi oleh pihak tertentu untuk mendeskreditkan institusi Polri.

“Saya mencium aroma tak sedap, ada pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk mendeskreditkan institusi Polri. Apalagi saat ini berembus kencang wacana agar Polri dikembalikan ke TNI atau dibawah Kemendagri,” kata dia pada Senin (9/12/2024).

Baca juga: Yasonna Laoly Sentil Menteri HAM Natalius Pigai Soal Minta Anggaran Rp20 T: Harus Realistis

Dia melihat tuntutan yang bakal disampaikan oleh beberapa kelompok tersebut menyinggung soal tingkah oknum Polisi yang saat ini mendapatkan sorotan publik.

“Sengaja ini digoreng agar penumpang gelapnya ini memanfaatkan isu tersebut untuk memuaskan tujuannya agar Polri dibawah TNI atau Kemendagri. Ujung-ujungnya arahnya kesitu,” sambungnya.

Kendati demikian, dia menyakini bahwa masyarakat terkini itu sudah cerdas dan pandai memilah antara isu tersebut ditunggangi atau murni.

“Saya prediksi gerakan untuk mendeskreditkan Polri semakin masif. Salah satunya, gerakan aksi peringatan hari HAM kali ini. Tapi saya yakin rakyat sudah cerdas, tidak mau dibodoh-bodohin,".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved