Themis Indonesia Temukan Dugaan Keterlibatan Polisi di Pilkada Banten dan Jateng

Themis Indonesia mengendus dugaan keterlibatan polisi dalam upaya memenangkan calon di Pilkada Banten, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Themis Indonesia mengendus dugaan keterlibatan polisi dalam upaya memenangkan calon di Pilkada Banten, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Themis Indonesia mengendus dugaan keterlibatan polisi dalam upaya memenangkan calon di Pilkada Banten, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. 

Temuan ini berdasarkan pengumpulan data dari media yang dikonfirmasi melalui sejumlah kuisioner pada November hingga Desember 2024.

Peneliti Themis Indonesia Shaleh Al Ghifari menyatakan bahwa terdapat indikasi aparat kepolisian mengarahkan pemilih untuk memilih calon tertentu. 

Baca juga: Pemprov Banten Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas 40 Persen Demi Sukseskan Program MBG

"Kepolisian yang punya satuan tugas ke wilayah kecamatan, sampai ada peran-peran subjektif dari seorang babinsa dan seterusnya, tapi juga hal ini dilakukan dari unsur-unsur pimpinan juga," ungkapnya di kawasan Cikini, Jakarta, pada Kamis (12/12/2024). 

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Themis Indonesia, terdapat sejumlah temuan dugaan keterlibatan aparat kepolisian di Pilkada Banten.

1. Kabupaten Tangerang ditemukan anggota Polri terlibat dalam memenangkan paslon tertentu. 

2. Kabupaten Serang ditemukan anggota Polri terlibat lebih dari dua kali untuk memenangkan paslon tertentu. 

3. Kota Serang ditemukan anggota Polri terlibat satu kali untuk memenangkan paslon tertentu. 

4. Kabupaten Lebak ditemukan anggota Polri terlibat lebih dari dua kali untuk memenangkan paslon tertentu. 

5. Kabupaten Pandeglang ditemukan anggota Polri terlibat untuk memenangkan paslon tertentu.

Sementara itu, hanya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, aparat kepolisian tidak terlibat dalam politik praktis untuk memenangkan calon tertentu. 

Di sisi lain, terdapat juga dugaan keterlibatan anggota kepolisian yang tidak netral juga teridentifikasi di Jawa Tengah dengan data sebagai berikut: 

1. Kabupaten Jepara: 17 kasus 

2. Kabupaten Rembang, Kabupaten Semarang: 5 kasus 

3. Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kudus, Kabupaten Kendal, Kabupaten Tegal: 4 kasus 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved