BPBD Lebak: Waspadai Banjir, Longsor, dan Banjir Rob selama Nataru
BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mengenali bahaya dan ancaman risiko bencana menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Penulis: Misbahudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mengenali bahaya dan ancaman risiko bencana menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Antisipasi bencana menjadi sangat penting mengingat cuaca yang cenderung hujan di musim tersebut.
Baca juga: BPBD Masukan Empat Ancaman Bencana Dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kota Cilegon 2024
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Lebak, Sulaimi, mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan mereka.
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui jalur evakuasi, memiliki kontak darurat, serta kemampuan untuk mengevakuasi diri secara mandiri apabila terjadi bencana.
“Memang, pada Nataru di Lebak biasanya masuk musim penghujan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan mengenali bahaya serta risiko yang ada,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Sulaimi menambahkan, untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi, BPBD Lebak telah menyiapkan beberapa langkah pencegahan.
"Kontak darurat BPBD Lebak dapat dihubungi melalui nomor 117, yang dapat diakses oleh masyarakat ketika terjadi situasi darurat," terangnya.
Menurutnya, dua potensi bencana yang menjadi perhatian utama selama Nataru 2025 adalah banjir dan longsor.
Namun, BPBD berharap kedua bencana tersebut tidak terjadi.
"Selain banjir dan longsor, gelombang tinggi di pesisir pantai juga harus diwaspadai, meskipun bukan tsunami, melainkan banjir rob akibat gelombang laut tinggi," tambahnya.
Baca juga: Darurat Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Tangerang Siapkan Fasilitas Penunjang untuk Mitigasi
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD Lebak juga akan membentuk tim monitoring selama libur Nataru.
Tim ini akan bekerja selama 10 hari penugasan dan melibatkan 50 personel yang disebar di berbagai kecamatan, terutama di objek wisata baik pantai maupun daerah lainnya.
“Petugas kami akan ditempatkan di setiap kecamatan, dengan fokus utama di objek wisata. Bahkan, kami juga akan menempatkan personel di posko yang telah didirikan oleh tim kepolisian untuk memantau situasi,” kata Sulaimi.
| Polda Banten Bongkar Kasus Pertambangan Batubara dan Emas Ilegal di Kawasan Hutan di Lebak |
|
|---|
| 34 KDMP Lebak Terima Truk Isuzu Giga, Ketua DPRD Minta Dimanfaatkan untuk Dongkrak Ekonomi Lokal |
|
|---|
| Ketua DPRD Lebak Desak Perusahaan dan Polisi Transparan, Ungkap Kematian Pekerja di Pabrik Semen |
|
|---|
| WFH ASN Pemkab Lebak Berlaku, Ketua DPRD Juwita Wulandari Minta Pengawasan Ketat |
|
|---|
| Rawan Longsor Susulan, BPBD Tangsel Batasi Lalu Lintas di Jalan Ciater-Rawa Macek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-banjir-di-Kampung-Tajur-Pandeglang.jpg)