Kesiapan Pemerintah Jaga Kelancaran Arus Mudik Natal 2024: Ini Langkah-Langkah Antisipasi Kemacetan
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry menggelar evaluasi terkait angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, yang difokuskan pada kondisi arus lalu lintas di Pelabuhan Merak.
Evaluasi ini dilakukan untuk memantau situasi arus kendaraan pada tanggal 21 Desember 2024 (H-4) dan 22 Desember 2024 (H-3) libur Natal.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi, menyampaikan bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, analisa dan evaluasi dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Baca juga: Kembali ke Betlehem: Tema Natal 2024 PGI dan KWI, Ajak Umat Kristiani Merenung
“Evaluasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak terkait, bahwa sesuai dengan SKB, pengalihan kendaraan kelas 7, 8, dan 9 memang diatur melalui diskresi pihak Korlantas Polri,” ujar Antoni di Dermaga Eksekutif Merak, Senin (23/12/2024).
Dalam SKB yang diterapkan, Korlantas Polri memiliki beberapa kebijakan diskresi mengenai pengalihan kendaraan, salah satunya untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni.
"Kami berupaya untuk mencegah kemacetan di jalur utama dengan menyiapkan buffer zone alternatif," jelas Antoni.
Sebagai bagian dari antisipasi kemacetan, tiga buffer zone atau kantong parkir telah disiapkan di berbagai lokasi strategis. Lokasi tersebut antara lain berada di BBJ Bojonegara, Ciwandan, dan Pelabuhan Indah Kiat.
“Simulasi ini penting sebagai persiapan untuk menghadapi angkutan Lebaran 2025,” tambah Antoni.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi arus lalu lintas, perjalanan dari Jakarta menuju Merak, Merak menuju Bakauheni, dan Bakauheni menuju Merak, berjalan lancar dan normal. “Dengan penerapan SKB yang kami lakukan, proses penyebrangan dan arus lalu lintas di semua jalur utama tetap normal selama dua hari terakhir,” ungkap Slamet.
Meskipun demikian, Slamet memperkirakan bahwa puncak angkutan Natal 2024 akan terjadi pada tanggal 24 Desember 2024. Oleh karena itu, Korlantas Polri dan instansi terkait akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mempersiapkan buffer zone dan menyesuaikan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik kedua pada tanggal 24 Desember, Korlantas Polri dan pihak-pihak terkait akan mempersiapkan kapasitas parkir di dermaga serta buffer zone.
Baca juga: Ucapan Natal dan Tahun Baru: Cara Indah Menyampaikan Doa dan Harapan
“Kami akan terus memantau perkembangan jumlah kendaraan dan melakukan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan,” kata Slamet.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan arus mudik dan balik Natal 2024 serta Tahun Baru 2025 dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Vice President Director PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaran arus penyeberangan.
“Kami menyambut baik para pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui jalur Merak-Bakauheni. Kami terus mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat memberikan pelayanan terbaik,” ujar Yossianis.
Dengan kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan PT ASDP Indonesia Ferry, diharapkan proses angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa hambatan.
| 5 Tips Mempersiapkan Kendaraan Pribadi untuk Arus Balik Lebaran 2026 yang Aman dan Nyaman |
|
|---|
| Arus Balik Mulai Padat, Pemudik Asal Lampung Ini Ungkap Pengalaman Tak Terduga di Bakauheni |
|
|---|
| Murah Meriah, Wisatawan Padati Binuang Waterpark Saat Lebaran, Cuma Rp20 Ribu Sudah Bisa Seru-seruan |
|
|---|
| Arus Balik Membludak: 91.657 Penumpang dan 25.332 Kendaraan Tinggalkan Sumatera ke Jawa |
|
|---|
| Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Ini Jadwal yang Disarankan agar Tak Terjebak Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Cilegon-23-Desember-2024.jpg)