Hari Keempat 2025, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kota Serang Masih Tinggi
Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Serang masih tinggi setelah tahun baru 2025.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Serang masih tinggi setelah tahun baru 2025.
Beberapa bahan pokok yang masih tinggi di antaranya adalah minyak goreng, telur, dan sayur-sayuran.
Menurut salah satu pedagang sembako di Pasar Lama, Kota Serang, Santi Simbolon, kenaikan tersebut merupakan imbas dari cuaca hujan, perayaan Natal 2024, dan Tahun Baru 2025.
Baca juga: Warung Inflasi Pasar Lama yang Diresmikan Pemkor Serang Dapat Respon Negatif dari Para Pedagang
"Semuanya naik semenjak mulai musim hujan di Desember kemarin, minyak goreng merek minyak kita yang awalnya dijual Rp 15 ribu, sekarang jadi Rp 18 ribu," ujarnya kepada, saat ditemui di lapak dagangannya, Sabtu (4/1/2025).
"Terus telur juga naik, awalnya Rp 27 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp 31 ribu per kilogram," jelasnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran, seperti tomat, bawang merah, dan cabai.
"Tomat semula saya jual Rp 8 ribu, kini menjadi Rp 17 ribu per kilogram, lalu bawa merah tadinya Rp 25 ribu saat ini menjadi Rp 35 ribu," ucapnya.
"Kemudian cabai ini yang paling terasa kenaikannya, sekarang saya jual cabai merah itu Rp 90 ribu."
"Sedangkan cabai hijau Rp 80 ribu, dan cabai keriting Rp 80 ribu, dari semula dijual di kisaran Rp 50 ribu," kata Santi.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wiwi Laras menjelaskan, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok tersebut, disebabkan oleh gagal panen.
Baca juga: Sambut 2025, Harga Cabai Rawit di Pasar Keanggot Cilegon Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Ini Kata Pedagang
"Sebab, komoditas sayuran yang dijual di Kota Serang, banyak didatangkan dari datang dari luar daerah, seperti Jawa dan Lampung," ucapnya.
Selain itu kata Wiwi, cuaca buruk seperti angin kencang dan ombak besar juga tutur memperparah kondisi.
"Angin kencang dan ombak besar menghambat pengiriman barang ke Merak, sehingga pasokan barang terbatas," tandasnya.
| Kafe Penjual Miras di Kota Serang Disegel, DPMPTSP: Pegawai Berbelit Saat Diminta Dokumen Izin |
|
|---|
| Rumah Mantan Pasutri di Serang Dihancurkan Pakai Excavator Usai Cerai, Hasil Kesepakatan Bersama |
|
|---|
| Wakil Wali Kota Serang Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Peluang Usaha: Bisa Menjadi Emas Jika Diolah |
|
|---|
| Ketua DPRD Kota Serang Geruduk THM, Muji Rohman: Kita Segel Malam Ini |
|
|---|
| Menengok Potensi Gunung Gedor, Calon Spot Paralayang Hits di Kota Serang, Uji Terbang Bulan Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pedagang-sayuran-di-Pasar-Lama-Kota-Serang.jpg)