Perang Rusia Ukraina

Ribuan Tentara Ukraina yang Dilatih Militer Prancis Kabur: Ogah Terlibat Perang dengan Rusia! 

Ribuan tentara Ukraina yang telah menjalani pelatihan dari militer Prancis dilaporkan kabur meninggalkan medan perang. 

Editor: Ahmad Haris
Facebook/General Staff of the Armed Forces of Ukraine 
Ribuan tentara Kyiv yang tergabung dalam Brigade Mekanik ke-155 telah melarikan diri dari brigade tanpa pergi berperang melawan Moskow. Adapun alasan sebagian besar tentara yang membelot lantaran mereka kelelahan harus berjuang keras selama berhari-hari di bawah tembakan.  

TRIBUNBANTEN.COM - Ribuan tentara Ukraina yang telah menjalani pelatihan dari militer Prancis dilaporkan kabur meninggalkan medan perang

Melansir Tribunnews, hal tersebut diungkap oleh jurnalis terkemuka Yuriy Butusov. 

Dalam laporannya, ia menyebut ribuan tentara Kyiv yang tergabung dalam Brigade Mekanik ke-155 telah melarikan diri dari brigade, tanpa pergi berperang melawan Moskow. 

Baca juga: Rusia Ungkap Rencana AS untuk Singkirkan Zelensky dari Ukraina Tahun Depan

“Pada bulan Desember sebanyak 1.700 tentara Kyiv telah melarikan diri dari brigade Mekanik 155  tanpa pergi berperang melawan Moskow, dan sekitar 50 tentara telah melarikan diri saat berlatih di Prancis,” ujar Butusov dikutip The Defense Post. 

Brigade Mekanik ke-155 yang dijuluki “Anne dari Kyiv” merupakan unit pasukan perang yang terdiri dari 4.500 tentara

 

 

Adapun julukan “Anne dari Kyiv” diberikan  oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron berdasarkan nama seorang putri Kiev Rus abad ke-11 dan istri Raja Prancis Henry I, 

Unit ini disiapkan khusus oleh pemerintah Ukraina pada Maret 2024, sebagai bagian dari inisiatif untuk memperluas Angkatan Darat Ukraina

Untuk memperkuat pertahanan brigade ini Ukraina bahkan meminta Prancis melatih sekitar setengah dari mereka dan menyediakan peralatan tempur bagi pasukan tersebut. 

Termasuk kendaraan lapis baja AMX10 Prancis, howitzer Caesar , dan tank Leopard 2A4 Jerman, serta berbagai senjata lainnya. 

Setelah menjalani program latihan dengan tentara Prancis, pada November kemarin brigade tersebut kembali ke Ukraina

Namun saat akan dikirim ke medan perang tepatnya ke wilayah selatan Pokrovsk untuk melawan Rusi ,para tentara ini dilaporkan kabur. 

Ukraina Gelar Investigasi 

Merespon isu kaburnya ribuan tentara ini pemimpin Prancis mendorong Stavka Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pembelotan tersebut.  

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved