Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Kota Serang Masih Terbilang Rendah
Angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kota Serang masih terbilang rendah, yakni hanya mencapai 8,93 tahun.
Penulis: Ade Feri | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kota Serang masih terbilang rendah, yakni hanya mencapai 8,93 tahun.
Angka ini lebih rendah dari durasi wajib belajar yang ditetapkan selama 12 tahun.
Baca juga: Pemprov Banten Siapkan Rp144 M untuk Danai Program Sekolah Gratis Andra-Dimyati
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, TB Suherman, mengungkapkan bahwa rendahnya angka RLS tersebut disebabkan oleh perilaku sebagian warga yang kurang semangat untuk melanjutkan pendidikan.
“Banyak anak yang berhenti sekolah di tingkat SD, bahkan ada yang memilih berhenti di kelas 1 SMP untuk membantu orangtuanya. Padahal, biaya sekolah saat ini sudah gratis, tidak ada SPP,” kata Suherman kepada TribunBanten.com, Rabu (8/1/2025).
Suherman menambahkan bahwa rendahnya RLS ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dindikbud, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial (Dinsos), untuk memotivasi anak-anak agar tetap bersekolah.
Program "Aje Kendor Sekolah" sebagai Solusi
Sebagai upaya untuk meningkatkan angka RLS, Dindikbud Kota Serang telah meluncurkan program "Aje Kendor Sekolah" atau bantuan untuk anak yang tidak sekolah.
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya yang mungkin menjadi alasan bagi anak-anak untuk tidak melanjutkan pendidikan.
“Melalui program ini, kami memberikan bantuan seragam gratis kepada siswa bekerja sama dengan Baznas, serta uang jajan sebesar Rp 500 ribu melalui kerjasama dengan BJB,” ujarnya.
Baca juga: Registrasi Akun di Portal SNPMB 2025 untuk Sekolah Dimulai 6 Januari, Ini Panduannya
Selain itu, program ini juga menyediakan bantuan keuangan bagi anak-anak di tingkat SD dan SMP.
“Bantuan untuk anak sekolah di SD sebesar Rp 750 ribu, dan di SMP Rp 1 juta per tahun. Dengan adanya bantuan ini, anak-anak tidak perlu khawatir tentang biaya, karena semuanya sudah disediakan,” jelas Suherman.
Suherman menyebutkan bahwa program ini telah berjalan selama dua tahun dan telah berhasil membantu anak-anak di Kota Serang yang sebelumnya tidak bersekolah.
Selama tahun 2024, sebanyak 106 siswa SD dan lebih dari 200 siswa SMP menjadi sasaran bantuan.
"Program ini cukup berhasil menaikkan angka RLS, karena sebelumnya terdapat sekitar 160 anak yang tidak bersekolah. Namun sekarang jumlah tersebut menurun menjadi hanya sekitar 25 orang," kata Suherman.
Pihaknya berharap, dengan adanya program-program ini, angka RLS di Kota Serang dapat terus meningkat dan anak-anak di kota ini dapat menikmati pendidikan yang lebih lama dan berkualitas.
| Prakiraan BMKG Cuaca Sabtu, 2 Mei 2026: Kota Serang dan Sekitarnya |
|
|---|
| Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Kota Serang Masih Ditemukan, Ini Lokasinya |
|
|---|
| May Day 2026, Ketua DPRD Kota Serang Kawal Hak Pekerja dan Kesejahteraan Buruh |
|
|---|
| Dari Kebaya ke Meracik Parfum: Cara Unik Perempuan Serang Rayakan Semangat Kartini 2026 |
|
|---|
| Polda Banten Limpahkan Kasus Korupsi Akses Pelabuhan Warnasari ke JPU, Negara Rugi Rp3,2 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-sekolah-di-kabupaten-lebak.jpg)