300.535 Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture PLN, Petani Hemat Biaya 300 Persen
Sepanjang tahun 2024, total daya tersambung dalam program EA PLN mencapai 4.203,36 Mega Volt
TRIBUNBANTEN.COM - Total sebanyak 300.535 pelanggan memanfaatkan program Electrifying Agriculture (EA) PLN sepanjang 2024.
Pelanggan yang memanfaatkan program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan ini naik dibandingkan 2023 yang tercatat sebanyak 246.996 atau meningkat 53.539 pelanggan.
Sepanjang tahun 2024, total daya tersambung dalam program EA PLN mencapai 4.203,36 Mega Volt Ampere (MVA), dengan konsumsi listrik mencapai 6,17 Terawatt Hour (TWh).
Baca juga: Para Srikandi PLN UID Banten Ikut Apel Bulan K3 Nasional, Berperan Penting Dorong Keselamatan Kerja
Hal ini berdampak positif pada peningkatan penjualan tenaga listrik pelanggan EA yang tumbuh sebesar 10,15 persen dan diiringi pertumbuhan pendapatan yang meningkat sebesar 9,35 persen Year on Year (YoY).
Manfaat program EA PLN dirasakan langsung Kelompok Tani Mekar Sari Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.
Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot, mengatakan kehadiran listrik ke persawahan berhasil menghemat biaya operasional petani hingga 300 persen.
“Dengan menggunakan pompa listrik, kami para petani dapat menghemat pengeluaran operasional jika dibanding menggunakan pompa diesel," katanya.
Menurut pria berusia 59 tahun ini, biasanya biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pompa diesel adalah Rp 1,5 juta.
"Namun, dengan pompa listrik, biaya yang dibutuhkan hanya Rp 500.000 sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya, mengatakan kehadiran listrik PLN melalui program EA memungkinkan petani menggunakan sistem pengairan sumur, sehingga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi lebih dari 300.
Baca juga: Sapa Pelanggan, PLN UID Banten Sosialisasikan Diskon 50 Persen untuk Tarif Listrik dan Tambah Daya
”Ponorogo saat ini masuk menjadi objek Panen Raya IP 200, IP 300 dan IP 400 di mana ini semua adalah efek dari listrik masuk sawah guna kebutuhan pengairan para petani,” ucapnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan program EA dirancang untuk mendorong modernisasi agrikultur di Indonesia dengan adopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik.
Melalui program ini, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan penghasilan secara signifikan.
“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," katanya.
Baca juga: Cetak Rekor! Konsumsi Listrik di SPKLU PLN Meningkat 500 Persen Sepanjang Natal dan Tahun Baru
Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/jaringan-tegangan-menengah-pln-agriculture.jpg)