Dinkes Bantah Kanker Ganas yang Dialami Murid SD di Serang Banten Disebabkan Vaksinasi
Dinkes Kabupaten Serang membantah kanker ganas dialami Siska Alpiah (10) murid SD di Desa Kadugempong, Kecamatan Padarincang disebabkan vaksinasi.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang membantah kanker ganas yang dialami oleh Siska Alpiah (10) murid SD di Desa Kadugempong, Kecamatan Padarincang disebabkan karena vaksinasi.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Rahmat Fitriadi mengatakan, suntik vaksin dilakukan di sebelah kiri, bukan di sebelah kanan.
Sedangkan kanker yang diderita Siska Alpiah, terdapat di sebelah kanan.
Baca juga: PILU Murid SD di Serang Banten Idap Kanker Ganas Diduga Usai Lakukan Vaksinasi di Sekolah
"Kalau masalah vaksinasi itu kan vaksinnya sebelah kiri, bukan di sebelah kanan. Kejadiannya (dampak vaksin) juga sudah lama, kalau vaksin itu tidak ada sampai lama," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2025).
Terlebih, kata dia, tak ada laporan gejala karena vaksin, seharusnya apabila ada gejala, sudah ada laporan dari rumah sakit yang telah merawat Siska Alpiah sebelumnya.
"Tidak ada laporan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), kalau ada vaksinasi lalu ada yang panas terus masuk ke rumah sakit, nanti pihak rumah sakit akan melaporkan ke Dinkes provinsi, kabupaten sampai Kemenkes," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti.
Dirinya menjelaskan, benjolan yang terdapat pada Siska Alpiah, merupakan tumor yang tak berkaitan dengan vaksin.
"Ini kemungkinan besar kasus tumor yang tidak berkaitan dengan vaksinasi," tuturnya.
Pihaknya untuk saat ini, tengah menyelidiki tumor tersebut serta akan memastikan Siska Alpiah mendapatkan penanganan medis yang baik.
Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual Gadis Difabel di Panggarangan Dikawal UPTD PPA Lebak
"Yang paling penting sekarang anak tersebut mendapatkan penanganan medis yang baik. Kita sedang selidiki kronologis kasus ini," ungkapnya.
"Dinkes akan memastikan pasien tersebut memiliki jaminan Kesehatan BPJS dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," imbuhnya
Ia menyebut, Siska Alpiah rencananya bakal dirujuk ke rumah sakit yang memiliki penanganan dan alat medis yang mumpuni seperti, RSCM atau RS Dharmais.
"Rujukan ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusomo (RSCM) atau RS Dharmais yang memiliki fasilitas pelayanan kanker yang paripurna," tandasnya.
| Dinkes Sebut Lonjakan Kasus Suspek Campak di Kabupaten Serang Dampak Pandemi Covid-19 |
|
|---|
| 500 Kasus Suspek Campak Muncul di Kabupaten Serang dalam 3 Bulan, Ini Upaya yang Dilakukan Dinkes |
|
|---|
| Kesaksian Warga Padarincang Serang saat Gunung Kaupas Longsor, Sebut Ada Penebangan Pohon |
|
|---|
| Amankan Libur Nataru, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan 7 Posko Kesehatan |
|
|---|
| Dinkes Serang Periksa Kesehatan 7.000 Warga, Cek Dampak Radioaktif Cesium-137 di Cikande |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kanker-ganas-dialami-Siska.jpg)