Kesulitan Bongkar Pagar Laut di Tanara Serang, Nelayan Banten Berharap Dibantu Pemerintah
Para nelayan meminta pemerintah membantu proses pembongkaran pagar laut di Desa Pedaleman Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Puluhan nelayan di Desa Pedaleman Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, telah melakukan pembongkaran pagar laut yang ada di wilayah tersebut.
Pasalnya, pagar laut tersebut menjadi telah membuat para nelayan resah, karena menyulitkan mereka dalam mencari ikan selama satu tahun terakhir.
Seorang nelayan, Saefi mengatakan pembongkaran yang dilakukan pihaknya bersama para mahasiswa, dan warga sekitar menggunakan alat seadanya.
Baca juga: Polisi Klaim Telah Bongkar 15 Kilometer Pagar Laut di Tangerang Banten
Sehingga, pencabutan bambu yang tertancap di atas laut tersebut menjadi sangat susah.
"Kami nelayan sangat terganggu dengan adanya pagar laut ini, karena itu kemarin para nelayan yang dibantu oleh mahasiswa dan warga sekitar melakukan pembongkaran secara paksa," ujarnya kepada TribunBanten.com, saat ditemui di kediamannya, Senin (27/1/2025).
Ia mengaku, pencabutan pagar laut tersebut dilakukan secara swadaya oleh kelompok nelayan.
"Pembongkaran itu murni swadaya para nelayan yang merasa tergganggu adanya pagar laut. Jadi ada yang nyumbang solar, jajanan snack, dan juga perahu," ucapnya.
"Sehingga ada empat perahu nelayan, ditambah satu perahu dari aparat kepolisian yang melakukan pembongkaran terhadap pagar laut tersebut," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, pihaknya sempat kewalahan melakukan pencabutan pagar laut, lantaran bambu yang menancap terlalu dalam dan ditumbuhi tritit.
"Makanya kemarin kita hanya mencabut yang mudah-mudah saja secara acak, dan hanya ada sekitar 50 bambu yang kita bongkar," ungkapnya.
Baca juga: Pimpinan DPRD Kabupaten Serang Bakal Tinjau Pagar Laut di Perairan Tanara
Oleh sebab itu, dirinya berharap pemerintah dan instansi terkait dapat turun langsung untuk membantu nelayan melakukan pembongkaran secara keseluruhan.
"Kita harapkan dari angkatan laut, Kementrian Kelautan dan Perikanan, juga instansi lainnya yang terkait untuk turut serta membantu nelayan membongkar pagar tersebut," ujarnya.
"Karena itu jumlahnya sangat banyak sekali, dan kalau kita sendiri itu tidak sanggup," tandasnya.
Nelayan lainnya, Afensi membantah, bahwa pagar laut tersebut bukan tempat budidaya rumput laut.
| Beri Efek Jera, Pemkot Serang Kaji Usulan Sanksi Sosial Buat Warga Buang Sampah Sembarangan |
|
|---|
| Fraksi PDIP Soroti SiLPA Kota Serang 2025 Capai Rp73 M, Minta Anggaran Berpihak ke Rakyat Kecil |
|
|---|
| Catat, Ini Jadwal Pendaftaran hingga Daftar Ulang Jalur Prestasi Non Akademik SPMB SMA Banten 2026 |
|
|---|
| SiLPA Tangsel Capai Rp478 Miliar Disorot DPRD, Benyamin Ungkap Tiga Penyebab Utamanya |
|
|---|
| Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sujung Serang, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Tagih Janji Kades |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pagar-laut-Tanara-Serang-du7.jpg)