Miris! Tak Ada Satupun Dokter di Pulau Maratua, Warga Terpaksa Tempuh Perjalanan Laut Selama 3 Jam

Nasib miris menimpa warga Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Masyarakat harus menempuh perjalanan laut selama tiga jam ke Tanjung Redeb

Editor: Ahmad Tajudin
(Kompas.com/Pandawa Borniat)
Seorang warga Maratua, Kabupaten Berau, terpaksa dibawa swadaya oleh masyarakat menggunakan speedboat selama dua setengah jam menuju Berau karena ketiadaan dokter di pulau tersebut pada Jumat (31/01/2025) 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasib miris menimpa warga Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Demi mendapatkan pelayanan kesehatan, masyarakat harus menempuh perjalanan laut selama tiga jam ke Tanjung Redeb.

Pasalnya, saat ini, warga Pulau Maratua tengah menghadapi krisis layanan kesehatan setelah tidak adanya dokter di Puskesmas setempat sejak pertengahan Januari 2025. 

Ketiadaan tenaga medis ini membuat masyarakat harus menempuh perjalanan laut ke Tanjung Redeb untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut.

Melansir dari Kompas.com, sejumlah masyarakat di sana merasa kecewa atas keadas keadaan itu.

Salah satunya warga Maratua, Eeng, yang mengungkapkan kekecewaannya atas situasi ini. 

"Itu ya sangat miris sekali. Dengan jumlah penduduk sebanyak ini, tidak ada dokter. Coba bayangkan, kalau sakit, kita harus dirujuk ke Tanjung Redeb, naik speed boat melewati gelombang selama tiga jam. Belum lagi kalau kondisi laut tidak mendukung," ujarnya, Sabtu (1/2/2025). 

Baca juga: Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Berulang Tahun, Segera Dilaksanakan di Tangsel

Eeng juga menceritakan pengalaman pribadinya saat harus membawa pasien ke rumah sakit.

"Kemarin saya telpon ke rumah sakit umum, alhamdulillah masih bisa dibantu dengan ambulans setelah kami sampai di Tanjung Redeb. Tapi tetap saja, bayangkan kalau ada kondisi darurat yang butuh penanganan cepat," katanya.

Menurutnya, sejak 15 Januari 2025, tidak ada lagi dokter yang bertugas di Puskesmas Maratua. 

"Dulu ada dokter umum dan dokter gizi, sekarang tidak ada sama sekali. Puskesmas tidak berani mengeluarkan obat karena tidak ada dokter," ungkapnya. 

Baca juga: Mulai Hari ini, 1 Februari : Masyarakat yang Berulang Tahun Bisa Menikmati Medical Check Up Gratis

Eeng mempertanyakan mengapa pemerintah tidak menempatkan dokter PNS di Maratua, mengingat wilayah ini merupakan destinasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan.

"Kalau wisatawan sakit, mereka mau lari ke mana? Kami akhirnya menyarankan wisatawan untuk membawa obat sendiri kalau berkunjung ke Maratua," tambahnya. 

Pihak Puskesmas: Regulasi Baru Jadi Kendala

Kepala Puskesmas Maratua, Surian, mengakui bahwa pihaknya menghadapi kendala besar dalam penyediaan tenaga medis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved