Miris! Tak Ada Satupun Dokter di Pulau Maratua, Warga Terpaksa Tempuh Perjalanan Laut Selama 3 Jam
Nasib miris menimpa warga Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Masyarakat harus menempuh perjalanan laut selama tiga jam ke Tanjung Redeb
"Kontrak tenaga dokter kami berakhir pada 31 Desember 2024, dan untuk melanjutkannya, kami membutuhkan Surat Keputusan (SK) baru dari Pemerintah Kabupaten Berau. Namun, ada regulasi terbaru yang melarang pengangkatan dokter non-ASN di Pulau Maratua," jelas Surian, Sabtu (1/2/2025).
Saat ini, Puskesmas Maratua memiliki satu puskesmas induk dan tiga puskesmas pembantu yang tersebar di empat kampung. Namun, tanpa dokter, tenaga medis yang tersedia sangat terbatas.
Baca juga: Kabar Gembira, Dinkes Lebak Siap Layani Cek Kesehatan Gratis bagi Masyarakat yang Ulang Tahun
"Di setiap puskesmas pembantu, hanya ada satu perawat dan satu bidan. Kami memang memiliki UGD 24 jam dan layanan rawat inap, tapi dengan ketiadaan dokter, kami mengalami keterbatasan dalam menangani pasien," ungkapnya.
Akses Transportasi yang Terbatas
Surian menjelaskan bahwa rujukan pasien ke RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb terkendala akses transportasi yang sulit.
"Satu-satunya akses utama kami adalah jalur laut, yang memakan waktu sekitar tiga jam. Jalur udara memang ada, tetapi hanya tersedia seminggu sekali dengan kapasitas 12 kursi. Itu pun tidak selalu bisa dimanfaatkan untuk rujukan pasien," terangnya.
Baca juga: Kabar Gembira! Mudik Gratis Periode Lebaran 2025 Kembali Digelar
Pihak Puskesmas Maratua telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dan DPRD Berau untuk mencari solusi.
"Kami ini wilayah terpencil, berbatasan langsung dengan negara lain. Kami berharap pemerintah bisa segera mencari solusi agar tenaga medis bisa tersedia di Maratua," tutup Surian.
Harapan Warga: Jangan Tunggu Ada Korban
Eeng berharap pemerintah segera bertindak sebelum ada korban jiwa akibat keterbatasan layanan medis ini. "Jangan sampai ada korban dulu baru pemerintah bergerak. Jangan sampai ada 'pahlawan kesiangan' yang baru ribut setelah ada kejadian," tegasnya. Warga dan tenaga kesehatan di Maratua kini hanya bisa berharap agar dokter segera dikirim ke daerah mereka, sebelum situasi semakin memburuk.
Sumber : Kompas.com
| Daftar 11 Proyek Strategis Nasional PSN di Kalimantan Timur, Jalan, Kereta, Pelabuhan, Energi |
|
|---|
| Sudah Diusut Kejagung, Tambang Batu Bara Ilegal di Kaltim Disebut Makin Merajalela |
|
|---|
| Cek Ukuran Celana Kalian, Jika di Atas 33 Dipastikan Obesitas, Menkes: Menghadap Allah Lebih Cepat |
|
|---|
| Rekrutmen PPDS Kemenkes Periode 1 2025 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar dan Jadwalnya |
|
|---|
| Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diluncurkan Tanggal 10 Februari 2025 yang Ulang Tahun Bisa Coba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pulau-warga.jpg)