Ramadan 2025

Awal Ramadhan 2025 Berpotensi Berbeda, Ini Penjelas dari Muhammadiyah, BRIN dan PBNU

Penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi di Indonesia berpotensi berbeda.

Editor: Ahmad Tajudin
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
RAMADHAN 2025 - Penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi di Indonesia yang berpotensi akan dilaksanakan berbeda.  

2. BRIN perkirakan rukyat gagal

Peneliti utama bidang astronomi BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan, secara hisab awal Ramadhan akan jatuh pada Sabtu (1/3/2025).

Hal tersebut didasarkan pada terpenuhinya kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) di wilayah Aceh.

“Namun, rukyat ada potensi gagal sehingga ada potensi 1 Ramadhan jatuh pada 2 Maret 2025. Kepastiannya kita tunggu hasil Sidang Isbat pada 28 Februari,” ujar Thomas kepada Kompas.com, Kamis (13/2/2025).

Melalui laman pribadinya di tdjalamuddin.com, Sabtu (22/2/2025), Thomas meminta umat Islam di Indonesia menunggu hasil Sidang Isbat karena kegiatan ini akan dihadiri pakar astronomi atau ilmu falak, pakar fikih, dan perwakilan ormas Islam.

Sidang Isbat awal Ramadhan 2025 juga mempertimbangkan sejumlah aspek, yakni astronomis, fikih, dan kemaslahatan umat.

Sesuai rencana, Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan akan digelar di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (28/2/2025) mulai sore hari.

3. PBNU tunggu ikhbar ketua umum  

Terpisah, Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Sirril Wafa mengatakan, 1 Ramadhan 1446 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu (1/3/2025) mulai malam hari jika hilal sudah terlihat.

Namun, ada kemungkinan 1 Ramadhan 1446 Hijriah bertepatan dengan Minggu (2/3/2025) mulai malam hari jika hilal tidak tampak.

Meski begitu, penetapan awal Ramadhan tahun ini bagi Nahdliyin masih menunggu Ikhbar Ketua Umum (Ketum) PBNU. 

“Ikhbar akan disampaikan Jumat malam, 28 Februari 2025 Masehi sekitar pukul 19.30 WIB setelah itsbat pemerintah,” ujar Sirril dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (27/2/2025).

Baca juga: Tentukan 1 Ramadan 2025, BMKG Gunakan Teropong Terkomputerisasi untuk Amati Hilal di Unisba Sore Ini

Sirril menyampaikan, Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan ilmu falak terhadap hilal 1 Ramadhan 1446 H dengan menggunakan metode ilmu falak (sistem hisab) jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas NU.

Perhitungan tersebut dilakukan pada 29 Syaban 1446 Hijriah yang bertepatan dengan Jumat (28/2/2025).

Berikut hasil perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU:

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved