Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Ngaku Dijebak Ikut Deklarasi Dukung PIK 2, Usai Videonya Viral
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, mengaku dijebak saat ikut bersama para warga yang menggelar deklarasi dukungan terhadap proyek
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, mengaku dijebak saat ikut bersama para warga yang menggelar deklarasi dukungan terhadap proyek pembangunan PIK 2 di Kantor DPRD Kabupaten Serang.
Ia mengatakan, keberdaan dirinya bersama rombongan warga saat itu terjadi secara tiba-tiba dan spontanitas.
"Saya kejebak, akhirnya kan kita gak enak ada kyai dan ulama di sana. Dan saya lebih percaya kiyai daripada mereka-mereka ya kan," ujarnya kepada TribunBanten.com, saat ditemui di kantornya, Jumat (28/2/2025).
"Jadi itu spontanitas saja kalau saya, kalau mereka mah memang tujuannya memang deklarasi," sambungnya.
Politisi PKB tersebut mengaku, awalnya ia hanya diminta oleh seseorang yang ada di dalam barisan tersebut untuk foto bersama.
"Saya diajak pak Samsudin, karena pak Samsudin mengajak semua untuk foto. Tapi tiba-tiba mereka deklarasi," kata Gofur.
Baca juga: Viral! Pimpinan DPRD Kabupaten Serang dan Sejumlah Warga Deklarasi Dukung PIK 2
"Secara etis dan moral, saya gak mungkin dong keluar barisan. Toh ini bukan perbuatan yang menjijikan ataupun diharamkan," jelasnya.
Dirinya juga turut menyayangkan adanya publikasi terhadap video deklarasi tersebut.
"Saya sangat menyayangkan kenapa harus di share kemana-mana, terus di publikasikan," ucapnya.
"Sehingga banyak yang beranggapan saya menerima uang, tapi demi Allah tidak sama sekali saya menerima uang," kata dia menambahkan.
Baca juga: Warga Tangerang Gugat Presiden, Mendagri, Gubernur Banten hingga Kades Kohod, Lewat Citizen Lawsuit
Padahal kata dia, secara sikap dirinya tetap tegas menolak keberadaan pembangunan PIK 2 di kawasan Serang Utara.
"Saya tidak setuju kalau untuk kabupaten Serang untuk PIK 2, karena di sana kawasan tertutup tidak terbuka untuk masyarakat umum. Kan hanya kalangan elite saja, menengah ke bawah tidak," tuturnya.
"Tapi kalau untuk dijadikan seperti kawasan modern menurut saya sah sah saja," ucapnya.
Namun meskipun menolak PIK 2, sebagai wakil rakyat dirinya tidak bisa menolak pihak manapun yang ingin melakukan audiensi.
Mencekam! Kini Giliran Kantor DPRD NTB yang Dibakar, Bendera Merah Putih di Polda NTB Diturunkan |
![]() |
---|
Hari Ini Gedung DPRD NTB Ludes Terbakar, Massa Juga Menjarah Perangkat Elektronik dan Lukisan |
![]() |
---|
Sosok Abay, Fotografer Humas DPRD Makassar Tewas Akibat Gedung Dibakar: Pesan Terakhir, Bikin Nangis |
![]() |
---|
Abay Bantu Evakuasi Rekan Sebelum Ditemukan Meninggal di DPRD Makassar, "Sesak Napas, Ya Allah" |
![]() |
---|
Update Jumlah Korban Kebakaran DPRD Makassar, 4 Meninggal, 1 Kritis, Ini Nama-namanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.