Cerita Warga Lebak Gede Cilegon, 9 Bulan Air Sumur Diduga Tercemar BBM Solar: Kulit Jadi Gatal

Sam'anah (49) warga Link Sabrang, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten mengeluh air sumur miliknya diduga tercemar solar

|
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Muhammad Uqel/TribunBanten.com
Sam'anah, warga Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon Air Sumur miliknya diduga terdampak BBM Solar dari tempat penampungan dekat ruamnya. Senin, (17/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sam'anah (49) warga Link Sabrang, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten mengeluhkan air sumur miliknya diduga tercemar BBM solar.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi, jarak rumah Sam'anah dengan tempat penampungan BBM solar yang diduga mencemari air sumur warga itu berkisar 25 meter.

Lokasi sumur milik Sam'anah tepat berada di belakang rumahnya yang berdekatan dengan tempat penampungan BBM solar.

Kedalaman sumur itu diperkirakan 10 meter lebih dan memiliki lebar 1,5 meter.

Baca juga: Polisi Bekuk Dukun Cabul di Serang Banten Modus Bisa Lunasi Utang Pinjol

Sam'anah bersama keluarganya sudah lama menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

Ia mengaku, kondisi airnya cukup bagus dan adem serta tidak menimbulkan apapun selama digunakan untuk mandi.

Namun, kata Dia, sejak 9 bulan terakhir sumur di rumahnya itu muncul seperti bercak minyak pada bagian permukaannya.

Tak cuma itu, sumur itu juga mengeluarkan bau tak sedap yang membuat dada sesak dan batuk-batuk.

Ia tetap menggunakan air sumur tersebut lantaran tidak ada pilihan lain untuk keperluan sehari-hari.

"Udah 9 bulan air sumur seperti mengeluarkan bercak minyak dan bau menyengat, sejak adanya tempat penampungan BBM solar di dekat rumah saya ini," ujar Sam'anah kepada TribunBanten di kediamannya, Senin, (17/3/2025).

Sam'anah menuturkan, air sumur di rumahnya itu kerap menimbulkan seperti bercak minyak saat memasuki musim hujan.

Tetapi, kata Dia, saat musim kemarau air sumur tersebut hanya menimbulkan bau tak sedap.

Akibat menggunakan air sumur itu, kata Sam'anah, dirinya mengalami gatal-gatal pada bagian kulit sekujur tubuhnya. Bahkan, hingga menimbulkan bentol dan merah lebam.

Ia mengaku, dalam satu bulan berobat ke Puskesmas bisa sampai tiga kali.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved