Polda Banten dan Kementerian P2MI Deklarasi Perangi Pemberangkatan Pekerja Migran Ilegal dan TPPO
Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggelar deklarasi, yang berisi pernyataan komitmen
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggelar deklarasi, yang berisi pernyataan komitmen untuk memerangi masalah pemberangkatan pekerja migran non prosedural (ilegal) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Deklarasi tersebut digelar di Balai Latihan Poliran Polda Banten, di Kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat (2/5/2025).
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, acara turut dihadiri langsung Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, yang didampingi oleh Sekjen, Dirjen, dan para Staff Khusus Kementerian.
Selain itu hadir juga Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, beserta jajaran, Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan para peserta dari program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Baca juga: Ratusan Pengangguran di Tanah Jawara Punya Harapan Baru Melalui Balai Poliran
Sebelum menggelar deklarasi, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, lebih dulu diajak oleh Kapolda Banten dan jajaran untuk melihat sejumlah tempat pelatihan para peserta yang mengikuti program Poliran.
Di antaranya ialah tempat pengolahan pupuk kompos, tempat pelatihan las, hidroponik, dan budidaya ikan.
Untuk diketahui, Program Poliran merupakan program yang digagas oleh Polda Banten dengan memberikan pelatihan pengelasan, pengelolaan sampah organik, perikanan, kelistrikan, hingga peternakan dan pertanian.
Program Poliran ini, diberikan sebagai bentuk dukungan Polda Banten terhadap masyarakat untuk menambah keterampilan kerja.
Setelah berkeliling menyaksikan sejumlah tempat pelatihan yang ada di Balai Poliran, baru lah Menteri P2MI bersama Polda Banten, Ketua DPRD Banten, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Seluruh Peserta Poliran menyatakan deklarasi.
Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, bertindak sebagai yang memimpin deklarasi.
Dalam pernyataannya, Polda Banten, bersama Pemprov Banten, dan masyarakat, berkomunikasi untuk memberantas penempatan pekerja migran Indonesia non prosedural dan TPPO melalui program poliran.
"Kami kepolisian daerah Polda Banten, dan Pemprov Banten, dan masyarakat melalui program poliran, berkomitmen untuk mencegah dan memberantas penempatan pekerja migran Indonesia non prosedural, dan tindak pidana perdagangan orang," ujar Kapolda Banten yang diikuti oleh para peserta.
Menanggapi itu, Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, memberikan apresiasi atas program Poliran yang digagas oleh Polda Banten.
Menurutnya, program Poliran memberikan suatu inspirasi dan role model bagi semua institusi, tidak hanya kepolisian.
| Kapolda Banten Bocorkan Kenaikan Pangkat Kapolres Cilegon: Sebentar Lagi Dapat Promosi |
|
|---|
| Meski Asli Lampung, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Ngaku Ingin Pensiun di Tanah Jawara |
|
|---|
| Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Banten Tanam Jagung di Lahan Bekas Galian C di Kota Cilegon |
|
|---|
| Kapolda Banten Warning Pengusaha Tambang: Wajib Reboisasi atau Kena Sanksi |
|
|---|
| 4 Anggota Ditpamobvit Polda Banten Diganjar Penghargaan, Usai Gagalkan Sabu 15 Kg dan Amankan Senpi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/polda-banten-tppo.jpg)