Soal Rencana Relokasi, Begini Kata Pedagang di Pasar Kranggot Kota Cilegon

Pemerintah Kota Cilegon berencana akan merelokasi para pedagang yang berjualan di bahu jalan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon.

TribunBanten.com/Muhammad Uqel
RELOKASI PASAR - Ahmad Dani, pedagang pasar yang berjualan di bahu jalan Pasar Kranggot Kota Cilegon enggan direlokasi. Jum'at, (2/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pemerintah Kota Cilegon berencana akan merelokasi para pedagang yang berjualan di bahu jalan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon.

Ahamd Dani, salah satu pedagang sayuran di Pasar Kranggot, Kota Cilegon mengatakan, dirinya merasa keberatan jika harus direlokasi di tempat baru.

Sebab, kata Dia, nantinya akan berdampak pada pendapatannya yang tak menentu lantaran kehilangan pembeli langganan.

"Kalau menurut saya mending seperti biasa berjualan di pinggir jalan, kalau pindah ke tempat baru itu kan kita belum tahu nanti pembelinya seperti apa," ujar Ahmad kepada TribunBanten.com, Jum'at, (2/5/2025).

Baca juga: JSC Polres Cilegon Ringkus 2 Preman yang Palak Sopir Pengangkut Sayur di Pasar Kranggot

Selama berjualan di bahu jalan, kata Ahmad, dirinya merasa lancar dan sudah memiliki pembeli langganan yang biasa berbelanja di lapaknya.

"Ya namanya jualan kan rezeki kadang ramai kadang engga, tapi kalau di sini kan orang semuanya sudah tahu, kalau di tempat baru khawatirnya yang berbelanja tidak tahu nantinya pendapatan saya sebagai pedagang menurun," katanya.

Dikatakan Ahmad, dirinya sudah bertahun-tahun berjualan di bahu jalan Pasar Kranggot tersebut.

Setiap harinya, kata Ahmad, dirinya rutin memberikan salaran atau iuran untuk kebersihan kepada petugas dari kantor UPT Pasar Kranggot.

"Ada salaran, setiap hari ada yang keliling meminta salaran dua sampai tiga orang setiap hari keliling minta salaran, setiap orang kita bayar seribu, jadi total sehari itu bayar 3 ribu," ucapnya.

Kendati demikian, lanjut Ahmad, dirinya tidak keberatan soal adanya salaran tersebut.

Sebab, kata Dia, salaran itu untuk pengelolaan sampah dan kebersihan di sekitaran pasar.

"Saya tidak keberatan, karena itu buat kebersihan," katanya.

Baca juga: Harga Bumbu Dapur di Pasar Kranggot Cilegon Melonjak, Bawang Merah Rp60 Ribu per Kilogram

Sementara itu, Fitri Yunita, pedagang baju yang berjualan di bahu jalan Pasar Kranggot mengatakan, dirinya mengikuti aturan pemerintah.

Menurutnya, jika memang harus direlokasi, dirinya akan mengikutinya dan tidak merasa keberatan.

"Kalau saya sih ikut saja, tidak merasa keberatan, namanya juga pedagang kecil ya ikut saja," ujarnya.

Asalkan, kata Fitri, di tempat yang baru itu nantinya disiapkan segalanya oleh pemerintah.

"Nanti diarahkan para pembelinya agar ke Hanggar Barat, jangan sampai kita direlokasi tapi tidak disiapkan segalanya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved