Sosok dan Daftar Harta Kekayaan Otto Hasibuan di LHKPN, Ketum Peradi yang Jadi Wamenko Hukum dan HAM

Inilah Sosok dan harta kekayaan Otto Hasibuan Wakil Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Editor: Ahmad Haris
KOMPAS.com/Syakirun Niam
Otto Hasibuan, pengacara terpidana pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan dalam kasus kopi sianida, Jessica Kumolo Wongso bersikeras tidak melakukan perbuatan pidana tersebut, Rabu (9/10/2024). 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak baik-baik, berikut ini merupakan sosok Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan, lengkap beserta daftar harta kekayaan di LHKPN.

Sebelum resmi menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan adalah seorang pengacara dan pebisnis Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)

Ia resmi dilantik menjadi Menko Hukum HAM dan Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Istana Kepresidenan pada Senin (21/10/2024).

Baca juga: Bak Langit dan Bumi, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Mulan dan Ahmad Dhani: Pasangan Anggota DPR RI

Otto Hasbiuan mendampingi Yusril Ihza Mahendra, selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Otto Hasibuan adalah seorang pria berlatar belakang pengacara kelahiran 5 Mei 1955. 

Otto Hasibuan dikenal sebagai pengacara Jessica Kumala Wongso dalam kasus Pembunuhan Wayan Mirna Salihin dan sebagai pengacara Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Otto Hasibuan memiliki berbagai sumber kekayaan yang berasal dari berbagai bidang. 

Selain dari pengacarannya, ia juga memiliki firma hukum sendiri bernama Otto Hasibuan & Associates, yang memberikan penghasilan dari kasus-kasus yang ditangani oleh firma tersebut.

Dia juga dikenal sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Jayabaya, di mana ia bahkan dianugerahi gelar profesor kehormatan pada Oktober 2014. 

Selain itu, ia memiliki bisnis golf yang diberi nama Ottolima, yang berlokasi strategis di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan.

Otto lahir pada tanggal 5 Mei 1955 di Pematangsiantar, Sumatera Utara, sebagai anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Dia menyebut ayahnya sebagai idola dan ibunya sebagai guru.

Otto dibesarkan dan menyelesaikan pendidikan formalnya di Sumatera Utara dan dikenal aktif berorganisasi. 

Dia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada sebelum meraih gelar master dari Universitas Teknologi Sydney, di mana dia mempelajari perbandingan hukum. 

Beliau kemudian meraih gelar Doktor Filsafat dari Universitas Gadjah Mada.

Otto menikah dengan Norwati Damanik pada tahun 1984 dan dikaruniai empat orang anak: Putri Linardo, Lionie Petty, Natalia Octavia, dan Yakup Putra Hasibuan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved